MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Sangkuriang dalam lagenda

Posted by Bustamam Ismail on February 4, 2009

sangkuriangDUA bukit yang mengapit Sungai Cisanggarung di Kec. Waled, Kab.

Cirebon, dipercaya sebagai bekas bendungan yang dibuat Sangkuriang

untuk membuat danau.* MUHTAR IT/”PR”

SELAMA ini, sebagian besar masyarakat selalu me-ngaitkan legenda

Sangkuriang dengan Gunung Tangkubanparahu yang ada di Bandung. Dengan

asumsi ini, setting legenda Sangkuriang tak jauh-jauh dari sekitar

Bandung. Padahal, legenda Sangkuriang juga hidup di Kuningan.

Bagi orang Jawa Barat, legenda Sangkuriang tentu sudah tak asing.

Legenda yang juga selalu dikaitkan dengan “sasakala” atau asal-muasal

terbentuknya Gunung Tangkubanparahu itu begitu mashurnya dan lekat

dengan dunia dongeng orang Sunda. Para orang tua selalu menjadikan

kisah Sangkuriang–bersama dengan Si Kabayan–sebagai pilihan pertama

saat bercerita kepada anak-anak mereka.


Legenda Sangkuriang seolah tak lekang oleh waktu. Dari generasi ke

generasi kisahnya dihidupkan, diberi beragam tafsir dan persepsi,

serta penambahan “bumbu” agar lebih menarik. Para orang tua seperti

tak bosan-bosan menceritakan kisah kasih tak sampai seorang anak

kepada ibunya itu. Demikian pula dengan para penulis, tak

henti-hentinya mengisah ulang (retelling the story) Sangkuriang, mulai

dari Saini KM, Utuy Tatang Sontani, A. Anjaya, R.A. Kosasih, hingga

penulis belia Femmy Syahrani.

Bagi beberapa kalangan, legenda Sangkuriang tak hanya sebatas kisah

berisi petuah dan ajaran moral. Lebih dari itu, legenda Sangkuriang

seolah sebuah “kitab suci” yang diyakini sebagai lakon nyata laku

nenek moyang orang Sunda. Tidaklah mengherankan jika sejumlah

“patilasan” atau tempat-tempat yang dipercaya menjadi persinggahan

para pelakon dalam legenda tersebut dianggap sebagai tempat suci dan

keramat. Selain mengeramatkan, lokasi yang menjadi setting kisah itu

pun kerap jadi bahan rebutan.

Legenda Sangkuriang memang kisah drama kehidupan yang tragis. Bagian

terpenting dari kisah itu adalah ketika Sangkuriang dewasa–karena

ketidaktahuannya–harus mencintai Dayang Sumbi, wanita cantik yang tak

lain dari ibu kandungnya sendiri. Dayang Sumbi yang menyadari bahwa

Sangkuriang adalah anaknya berusaha keras agar kisah cinta mereka tak

berlanjut hingga jauh, apalagi hingga pernikahan, karena akan

menghancurkan nilai-nilai moral. Permintaan kepada Sangkuriang agar

membuat perahu dan danau hanya semalam, tak lebih dari siasat yang

diyakini mustahil bisa dipenuhi Sangkuriang.

Akan tetapi, Sangkuriang bukanlah manusia biasa. Ia dikaruniai

kesaktian luar biasa. Ia juga termasuk manusia “pandai bergaul”,

sampai-sampai makhluk halus seperti jin dan raksasa pun tunduk patuh

kepadanya dan bersedia menghambakan diri kepada Sangkuriang. Dengan

bantuan para makhluk halus itulah, permintaan Dayang Sumbi, membuat

perahu dan membendung sungai menjadi danau hanya semalam, tak lebih

dari pekerjaan kecil yang extraordinary bagi Sangkuriang.

Pada titik inilah moral cerita legenda Sangkuriang ditampilkan, bahwa

percintaan antara ibu dan anak merupakan laku haram. Sangkuriang harus

gagal, apa pun caranya. Menyadari usahanya bakal sia-sia, Sangkuriang

sewot. Maklum anak muda, ditendangnya batang pohon yang hampir menjadi

perahu itu sekuat tenaga hingga melayang jauh dan jatuh nangkub

sehingga tampak seperti perahu terbalik (parahu nangkub). Dari

tendangan keras Sangkuriang inilah gunung Tangkubanparahu terbentuk.

Lantas, di mana sebenarnya lokasi kejadian Sangkuriang menendang

batang kayu yang belum selesai jadi perahu hingga membentuk gunung?

Selama ini, sebagian besar masyarakat selalu mengaitkan legenda

Sangkuriang dengan Gunung Tangkubanparahu yang ada di Bandung. Dengan

asumsi ini, setting legenda Sangkuriang tak jauh-jauh dari sekitar

Bandung. Padahal, legenda Sangkuriang juga hidup di Kuningan. Bahkan,

sebagian orang Kuningan, khususnya di Kecamatan Luragung, Cibingbin,

dan Cimahi, percaya bahwa legenda Sangkuriang terjadi di daerah

mereka. Untuk memperkuat klaim mereka, sejumlah bukti patilasan pun

ditunjukkan.

Seperti halnya Gunung Tangkubanparahu di Lembang, Bandung, di

Kecamatan Cimahi, Kab. Kuningan juga terdapat gunung yang bentuknya

sangat mirip dengan Tangkubanparahu di Lembang, yakni seperti perahu

terbalik (parahu nangkub, Sunda). Bahkan, namanya pun sama, Gunung

Tangkubanparahu. Bahkan, jika dilihat dari posisi yang sangat tepat,

biasanya diambil di Tanjakan Legok, Kec. Cimahi, Kab. Kuningan, gunung

Tangkubanparahu versi Kuningan memang tampak lebih menyerupai perahu

yang terbalik.

“Ya, kata orang-orang sih, Tangkubanparahu itu ada di Bandung. Itu

memang kata orang Bandung, tapi bagi saya, Tangkubanparahu ya ada di

sini, karena Sangkuriang juga dulunya ada di sini,” kata Dede (38),

warga Desa/Kecamatan Cimahi.

Tak sebatas gunung yang dijadikan bukti bahwa Sangkuriang adalah milik

orang Kuningan. Dede pun menunjuk suatu sungai. Namanya Sungai

Cisanggarung, yang lokasinya tak jauh dari Gunung Tangkubanparahu di

Kec. Cimahi. Sungai itu sekarang membelah sebuah bukit persis di

daerah perbukitan yang dijadikan lokasi pemasangan repeater PT Telkom,

masuk wilayah Kec. Waled, Kab. Cirebon, sekitar 20 km arah utara dari

Kota Kuningan. Warga setempat menyebutnya bukit Azimut. “Di sanalah,

Sangkuriang pernah membuat bendungan dan perahu, tapi kemudian gagal,”

kata Dede.

Lokasi yang populer dengan sebutan Maneungteung dan konon pernah

dijadikan lokasi bendungan inilah yang sekarang ramai dikunjungi

orang. Umumnya yang datang adalah remaja, sambil membawa pasangannya,

mereka biasanya bercengkerama di pinggir jalan yang bersisian dengan

aliran Sungai Cisanggarung. Beberapa di antaranya juga mencoba

menceburkan diri ke sungai. “Katanya sih air Sungai Cisanggarung bisa

memberi berkah,” ucap Dariah (35), warga Kec. Waled.

Menurut Dede, nama sungai Cisanggarung pun dipercaya ada kaitannya

dengan Sangkuriang. “Nama Sangkuriang itu kan sebenarnya berasal dari

Sang Guriang, manusia setengah makhluk halus. Kita saja yang

menyebutnya Sangkuriang,” kata Dede.

“Patilasan” lain yang jadi “bukti” bahwa Sangkuriang adalah milik

orang Kuningan adalah keberadaan “pasar siluman” yang berada di Desa

Cihurip, Kec. Ciawigebang. Pasar itu konon menjadi tempat berkumpulnya

para siluman yang pernah membantu Sangkuriang saat membuat perahu dan

membendung sungai Cisanggarung untuk dijadikan danau. Tiap malam-malam

tertentu, pasar itu tampak ramai oleh transaksi jual beli seperti

layaknya pasar di alam manusia. “Kita melihat mereka seperti manusia

saja, tapi sebenarnya mereka adalah siluman dan makhluk halus,” ujar

Dede.

Kalau begitu, mana yang benar, apakah legenda Sangkuriang milik

Bandung atau Kuningan? Tampaknya, kita akan sulit mencari

kebenarannya. Barangkali, tidaklah terlalu penting beradu argumentasi

hanya untuk menentukan siapa pemilik sah legenda Sangkuriang: Bandung

atau Kuningan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menimba pesan

dan ajaran yang ada dalam legenda tersebut. Biarlah legenda itu tumbuh

dalam masyarakat kita sejalan dengan perkembangan imajinasi mereka.

(Muhtar Ibnu Thalab/”PR”)***

Cita:

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=44653

About these ads

4 Responses to “Sangkuriang dalam lagenda”

  1. betuuuullll….tapi disana sudah terjadi perusakan lingkungan yang akan membuat kita lebih menderita…

  2. mamat arohman said

    setuju,, lagian bukit jamberacak lebih mirip perahu yang terbalik dibandingkan dengan gunung tangkuban perahu yang dibandung,, tapi sayang pesona alam disana perlahan hancur oleh tangan yang tak bertanggung jawab.

  3. talim sumitra said

    Aslmkum wb. kami mohon kepada
    wrga setempat supaya bisa menjaganya warisa alam yang bersejarah ini supaya tetep ada, dan bahkan supaya dijadikan obyek wisata yang terjaga. hususnya kami mohon kepada pihak yang berwenang supaya dibenahi agar daerah ini jadi tempat bersejarah untuk anak cucu kita kedepannya. ‘mohon ma’ap apa bila usulan & tulisan sy balakacanor makum cuman ini yg sy bisa wasalam’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: