MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

BIOGRAFI Ulil Abshar Abdhalla, Koordinator Jaringan Islam Liberal

Posted by Bustamam Ismail on January 29, 2009

ulil-absharKoordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Direktur Freedom Institute, Jakarta, ini lahir di Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1967. Dia berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama. Ayahnya Abdullah Rifa’i dari pesantren Mansajul Ulum, Pati, sedang mertuanya, KH Mustofa Bisri, pengasuh pesantren Raudlatut Talibin, Rembang.

Pendidikan menengahnya diselesaikan di Madrasah Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. M. Ahmad Sahal Mahfudz (Rois Am PBNU 1999-2004 dan 2004-2009). Pria bernama lengkap Ulil Abshar Abdhall ini pernah nyantri di Pesantren Mansajul ‘Ulum, Cebolek, Kajen, Pati, serta Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang.

Gelar sarjananya diraih dari Fakultas Syari’ah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta. Semapt pula mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.

Dia pun mengetuai Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Maya Manusia) Nahdlatul Ulama, Jakarta. Juga menjadi staf di Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Jakarta, serta Direktur Program Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Ia juga tercatat sebagai Penasehat Ahli Harian Duta Masyarakat.
Sebagai pendiri dan kordinator Jaringan Islam Liberal yang yang sering menyuarakan liberalisasi tafsir Islam, Ulil menuai banyak simpati sekaligus kritik. Atas kiprahnya dalam mengusung gagasan pemikiran Islam liberal itu, Ulil disebut sebagai pewaris pembaharu pemikiran Islam melebihi Nurcholish Madjid.

Dalam situs resmi JIL dijelaskan, apa itu Islam liberal? Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan:

a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).

b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks. Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.

c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.

d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas. Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.

e. Meyakini kebebasan beragama. Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.

f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik. Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.

Mengapa disebut Islam Liberal?

Nama “Islam liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).

Mengapa Jaringan Islam Liberal?

Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.

Apa misi JIL?

Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.

Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.

Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.

Kegiatan Pokok

Di samping itu, dipublikasikan juga beberapa kegiatan pokok Jaringan Islam Liberal yang sudah dilakukan, di antaranya:

Sindikasi Penulis Islam Liberal. Maksudnya adalah mengumpulkan tulisan sejumlah penulis yang selama ini dikenal (atau belum dikenal) oleh publik luas sebagai pembela pluralisme dan inklusivisme. Sindikasi ini akan menyediakan bahan-bahan tulisan, wawancara dan artikel yang baik untuk koran-koran di daerah yang biasanya mengalami kesulitan untuk mendapatkan penulis yang baik. Dengan adanya “otonomi daerah”, maka peran media lokal makin penting, dan suara-suara keagamaan yang toleran juga penting untuk disebarkan melalui media daerah ini. Setiap minggu, akan disediakan artikel dan wawancara untuk koran-koran daerah.

Talk-show di Kantor Berita Radio 68H. Talk-show ini akan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai “pendekar pluralisme dan inklusivisme” untuk berbicara tentang berbagai isu sosial-keagamaan di Tanah Air. Acara ini akan diselenggarakan setiap minggu, dan disiarkan melaui jaringan Radio namlapanha di 40 Radio, antara lain; Radio namlapanha Jakarta, Radio Smart (Menado), Radio DMS (Maluku), Radio Unisi (Yogyakarta), Radio PTPN (Solo), Radio Mara (Bandung), Radio Prima FM (Aceh).

Penerbitan Buku. JIL berupaya menghadirkan buku-buku yang bertemakan pluralisme dan inklusivisme agama, baik berupa terjemahan, kumpulan tulisan, maupun penerbitan ulang buku-buku lama yang masih relevan dengan tema-tema tersebut. Saat ini JIL sudah menerbitkan buku kumpulan artikel, wawancara, dan diskusi yang diselenggarakan oleh JIL, berjudul Wajah Liberal Islam di Indonesia.

Penerbitan Buku Saku. Untuk kebutuhan pembaca umum, JIL menerbitkan Buku saku setebal 50-100 halaman dengan bahasa renyah dan mudah dicerna. Buku Saku ini akan mengulas dan menanggapi sejumlah isu yang menajdi bahan perdebatan dalam masyarakat. Tentu, tanggapan ini dari perspektif Islam Liberal. Tema-tema itu antara lain: jihad, penerapan syari’at Islam, jilbab, penerapan ajaran “memerintahkan yang baik, dan mencegah yang jahat” (amr ma’ruf, nahy munkar), dll.

Website Islamlib.com. Program ini berawal dari dibukanya milis Islam Liberal (islamliberal@yahoogroups.com) yang mendapat respon positif. Ada usulan dari beberapa anggota untuk meluaskan milis ini ke dalam bentuk website yang bisa diakses oleh semua kalangan. Sementara milis akan tetap dipertahankan untuk kalangan terbatas saja. Semua produk JIL (sindikasi media, talk show radio, dll.) akan dimuat dalam website ini. Web ini juga akan memuat setiap perkembangan berita, artikel, atau apapun yang berkaitan dengan misi JIL.

Iklan Layanan Masyarakat. Untuk menyebarkan visi Islam Liberal, JIL memproduksi sejumlah Iklan Layanan Masyarakat (Public Service Advertisement) dengan tema-tema seputar pluralisme, penghargaan atas perbedaan, dan dan pencegahan konflik sosial. Salah satu iklan yang sudah diproduksi adalah iklan berjudul “Islam Warna-Warni”.

Diskusi Keislaman. Melalui kerjasama dengan pihak luar (universitas, LSM, kelompok mahasiswa, pesantren, dan pihak-pihak lain), JIL menyelenggarakan sejumlah diskusi dan seminar mengenai tema-tema keislaman dan keagamaan secara umum. Termasuk dalam kegiatan ini adalah diskusi keliling yang diadakan melalui kerjasama dengan kelompok-kelompok mahasiswa di sejumlah universitas, seperti Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dll. ►e-ti/tsl

About these ads

63 Responses to “BIOGRAFI Ulil Abshar Abdhalla, Koordinator Jaringan Islam Liberal”

  1. Bapak Ulil Abshar Abdalla, dari Jaringan Islam Liberal menurut Al Quran sedang menunggu-nunggu tetapi dilupakannya yaitu Hari Takwil Kebenaran Kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.

    Salamun ‘alaikum daiman ila yaumiddin,

    Soegana Gandakoesoema, Pembahareu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Aris BM said

    Kalau memang Ulil Cs. adalah orang yang memihak pada kaum lemah dan tertindas, mengapa Ulil cs. harus memilih Partai Demokrat untuk berlabuh saat ini? Apakah dengan cara Ulil memilih Partai Demokrat akan konsekuen terhadap basis perjuangannya yang mengayomi wong cilik? Atau, hanya akal-akalannya Ulil saja untuk mengangkat popularitasnya dengan mengatasnamakan wong cilik?

  3. anti ulil sang penipu said

    Satu pertentangan dalam doktrin mereka telah dilakukan oleh anjing bernama ulille ini.. dia menyuruh orang memisahkan agama dan politik… lalu kenapa dia ikut berpolitik sambil menyebarkan ideologi setan JIL untuk memperoleh popularitas?? dimana otakmu ulllile… apakah dengan cara cara setan dirimu hendak menjual agama demi meraih tujuan politikmu??

  4. prasetya said

    kpd sluruh umat manusia…sdrhna u/ cari panutan: jk chya yg anda dapatkn mk tirulah Nabi Saw – sahabat -ulama yg beres!. (jaman skr adl tirulah skurang2nya Mario Teguh, AA gym, dll).

    Tapi….
    jk gelap/ruwet/kacau hidup yg kalian inginkan cobalah jdkan panutan ini: si BIBIR SUMBING (uLIL), MATA BUTA (GD), BIBIR NGELINTING MATI GOSONG (Nur Cholis M) hidupny kacau, kata2x buat perut sakit, sesat & menyesatkan!
    Namun kbnaran itu gampang dicerna & di Indera & ALlah SWT tdk pernah mberi cahaya pd org2 yg demikian

    LANJUTKAN MAKARMU ULIL dkk krn memang KAVLING NERAKA untukmu sdh RINDU & Godamx telah MERAUNG2 menantimu!!!

    • masyharie said

      Muslim kok bicaranya gak pakai etika (akhlak), ghibah dan menyebut2 aib fisik manusia..
      Dan, parahnya lagi, Anda mengklaim seseorang ahli neraka, lawong Anda termasuk saya, tidak menjamin masuk surga, illa bimasyiatillah…!!
      Hadanallahu wa iyyakum…

  5. edi said

    Oooh… pantas muridnya GUS……..cari duit, berlindung di PD cari popularitas dengan mengorbankan syariah agama.

  6. dIEK mAM yUDHI said

    ORANG HIDUP ITU BAKAL MATI BERIKAN YANG TERBAIK DISAAT HIDUP JANGAN MEMBIKIN ORANG SESAT

  7. Hanya orang sesat yg membikin orang sesat.
    Hanya orang-orang kacau yg suka kekacauan.
    Yg pembohong biasanya penakut, dan sebaliknya. .

    Jadi, ujilah segala sesuatu,
    Ambil yg baik-baiknya,
    Supaya tidak sesat.

    Salam Damai!

  8. sam said

    bibir sumbing hati juling otak miring membawa ajaran sinting…………………….

  9. agama digunakan sebagai alat politik… ibarat membasuh muka dengan kencingnya…..
    politik dituntun agama ibarat membasuh muka dengan air yg bersih..

  10. ulil ulil gmn kepalamu mau di hancurkan umat mayoritas negeri ini po

  11. fitri said

    islam ya islam ngak ada embel2 yg lain,,,,,,islam harus berpegang pada alqur’an dan al hadist,sebaik2 contoh adalah rasulullah jadi kita ikuti aja bagaimana yg diajarkan oleh rasulullah,ngak usah macam2 bikin ribet aja….
    karena islam itu indah…..

    • andhika said

      pertanyaannya, apa bener2 tau yang diajarkan rasulullah pada jamannya apa seperti ini? harus dengan menganggap yang bersebrangan itu salah? bukankah beliau mengajarkan untuk menghargai siapapun itu dan dengan cara pandang bagaimanapun? apakah yang diajarkan beliau untuk tidak andap asor pada orang lain? pendapat saya, seseorang tidak akan tau kekurangan dirinya, dan tidak akan meningkat tingkat keimanannya ketika dia MERASA selalu benar.

  12. Jika ada Islam Liberal,bagaimana dengan Islam Konserfatif,Islam Radikal dan Islam Fundamentalis??

    • lebih bagus kita lihat dari positifnya masing-masing ada positifnya, mari kita kritisi jangan kita terlalu terpengaruh dengan pengkotan ala barat yang ingin membuat umat ini pecah belah, kalau ada kurang pas mari kita kemukakan argumentasi kita!!!!

      • fanya said

        @Pak BI yth

        Justru disitu letak permasalahannya, dengan Ulil secara sepihak mendeklarasikan eksistensi JIL maka deklarasi dan pengakuan pihak2 tertentu thdp eksistensi “Islam Liberal” sama saja dengan mengamini pengkotak-kotakan Islam yg dilakukan Barat.
        Salam

      • fanya cinthya said

        @Om Maren,
        Maaf ada beberapa kesalahan tik yg cukup mengganggu pd alinea ke-2 dari belakang, sehingga seharusnya sbb:

        Dari hal-hal tsb diatas, meski secara teoritis penetapan garis keturunan berdasarkan patrilinear terbukti sangat lemah dibanding matrilinear, namun ketika Hukum Adat (juga tradisi Barat kaleee…) menetapkan bahwa garis keturunan ditetapkan berdasarkan patrilinear, maka hukum itulah yg berlaku dan dijadikan patokan oleh warganya. Konsekwensinya, siapapun yg melanggar/tidak memenuhi salah satu dari kedua ketentuan tsb (apalagi jika kedua-duanya dilanggar), pasti klaim status kemargaan-nya (misalnya marga A) akan ditolak, ditentang, tidak diakui dan disangkal oleh marga A maupun segenap masyarakat yg tahu tradisi Batak (bukan oleh sebatas warga Batak saja loh), meski secara defakto ia jelas anak kandung dan terlahir dari rahim seorang wanita bermarga A dan atau bahkan boleh jadi sepenuhnya terlahir dari indung telur dan sperma marga A !

  13. Abdurrahman said

    Apa benar dia pernah dapat gelar Sarjana ?. Kalau baca-baca di sini : http://www.globalmuslim.web.id/2012/02/siapakah-ulil-abshar-abdalla.html , berarti cuman lulusan SMA dong sebenarnya dia (ijazah formalnya)?

  14. Mencari Y"Benar said

    Ulil Abshar Abdhalla, Koordinator Jaringan Islam Liberal, adalah seorang yang mencari penghasilan dengan jalan memecah belah rakyat Indonesia, khususnya umat islam. Dia didukung penuh oleh kaum homo, lesbian, dan orang2 yang bergerak didunia maksiat. Ingat peristiwa Monas, demo pembuburan FPI.

  15. AL BANNA ,FIRDAUS said

    ULIL ABSHAR ABDAJALAH sebenarnya tidak beragama , karena dia mengusung konsep logika terhadap semua agama khususnya islam, artinya dia tidak mempercayai semua konsep yang terdapat di al quran ,sehingga dia tidak menggunakan acuan2 Al quran maupu hadist tetapi memakai logika berpikir manusia nya yang dia angkat ,setelah belajar banyak ilmu2 yang di berikan oleh kaum oreintalis barat yang di pimpin oleh pemikir pemikir yahudi , jadi dia bersembunyi di balik nama islam atas pembiayan dari yahudi untuk menghancurkan agama samawi yang di bawa oleh nabi2 , khususnya islam , kalau kita tarik sejarah kebelakang tentang bangsa yahudi , mereka merupakan bangsa yang tidak mempercayai adanya tuhan , dia hanya menggantungkan permintaannya melalui perantara yaitu nabi musa , dan tidak mau berdoa sendiri untuk meminta sendiri dan meyakini ,adanya pencipta . sebenarnya konsep ulil dengan liberalnya sudah berkuasa ,dari jaman 1945 sejak era soekarno dan kawan 2, sampai sekarang dengan adanya konsep ideologi pancasila . mari kita bahas ide- logika artinya suatu konsep atau ide pemikiran yang berdasarkan hasil pemikiran manusia .contoh .idelogi pancasila , telah mengatur, Al Quran dengan tidak boleh menerapkan hukum2 Al Quran , mengakui lima agama termasuk agama setan kongucu , membebaskan semua faham , kecuali komunis yang untuk kepentinganya, dengan amerika yang didukung yahudi ,sayangnya umat islam dunia khususnya indonesia banyak yang belum menyadari bahwa kita telah terjajah dari konsep sampai kekuatan ekonomi dan senjata dari konsep liberal ,yang harus di garis bawahi adalah ULIL ABSHAR ABDAJALAH SEBAGAI PERWAKILAN PEMIKIR DAJAL YANG MERUPAKAN RAJA PRESIDEN YAHUDI MENJELANG HARI KIAMAT ,

    • sugion said

      Klu cerdas sih ngak apa2 pakai logika.Si ulil mau nyamai dia dengan ulama cerdas zaman dulu.Ngaca ulil, ulama2 dulu orang genius di zamannya, terbukti banyak yang pelopori Iptek.Nah loe .. IAIN saja ngak lulus ( yg ada ujian masuk, apalagi ITB,UI,UGM )

  16. sugionor said

    OOT : Analisaku aktifis JIL adalah org2 yg bermotifkan ekonomi ( cari sesuap nasi ) krn :
    1.Tidak mempunyai keahlian apa2 utk mencari penghidupan.
    2.Sejak kecil sampai dewasa tdk punya prestasi yg berarti.
    3.Kemampuan akademis kurang ( ya iyalah, klu kemampuan akademis bagus pasti SD,SMP,SMA favorit dan PT negri ternama)
    Jadi dengan keadaan spt itu, mrk apalagi yg diandalkan selain modal conggor dan muka tebal.
    Please share dong(teman2 dari kecil aktifis JIL) yg tahu Riwayat aktifis JIL, betul ngak analis ku?

  17. steven said

    agama semua kog sama aneh,ulil ini tidak paham,padahal agama lain tidak menganggap sama agama yang lain,contoh saja kristen tidak menganggap sama agama mereka dengan kita muslim,sebab mereka menganggap,muslim jika tidak mengimani Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan,tidak akan selamat dan mereka tidak mengakui Nabi Muhamad SAW sebagai Nabi,malahan sebaliknya mereka anggap sebagai Nabi palsu dan lainya yang di beri gelar oleh mereka.

    Ulil dan kawan JIL bisa baca buku-buku kristen atau tanyakan langsung kepada pastor dan pendeta/penginjil. apakah Ulil dan kawan2 JIL, selamat tidak di akhirat jika tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.pasti mereka jawab tidak. Dari sini saja perbedaan pemahaman sudah beda.Kita umat muslim menempatkan Yesus ( Nabi Isa ) sebagai Nabi bukan Tuhan atau anak Tuhan.

    Jadi tidak benar jika Ulil dan kawan-kawan JIL menyatakan semua agama sama sebab semua agama menyembah Tuhan yang sama,itu salah pemahaman dari JIL

    c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.

    Tanya : Coba ulil dan kawan-kawan JIL berikan mana-mana penafsiran yang salah dan benar dari Alquran.jangan hanya tulisan saja tapi tidak ada buktinya

    Salam

  18. Orang masih belajar said

    Komentarnya aneh aneh, ada yg nyebutin bibir sumbing lah “bukannya kta ini mngisaratkan mnghina ciptaan Alloh”, ada yang nyebutin ulil bukan islam alias kafir lah, waaahhhh apakah di dalam islam tu boleh seperti itu, mnyebutkan saudaranya, klw emang anda semua mengaku islam… kalau komentar yang sopan, klw emang mau mengutarakan pendapat…. cari referensi yg kuat dan jngn cuma mengolok ngolok….

  19. raden said said

    yg komentar non muslim mendukung ulil senang, umat islam ribut dasar politik belanda devide et impera !

  20. nth said

    tobat lil ente murtad kapir berani menghina ALLAH SWT. ngaji lil sama ulama yg benar pasti selamat. ilmu agama lho 0 besar oon yah ente. menghina ulil nilainya sodaqoh bagi saya tambah pahala

  21. Buku teori Pelaksanaan perdamaian agama-agama
    Bukju Panduan Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika
    bonus Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama
    ttersedis di
    Perumaham BSI Permai Blok A#
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Deppok 16435
    Telp. /Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3

  22. andhika said

    @fanya..

    kenapa saya analogikan dengan pisau? ini berkaitan dengan cara seseorang menyebut sesuatu yang dia tau.
    contohnya ketika seseorang sudah dapat bertemu dan meengenal saya, disatu tempat manapun, saya rasa mau disebut kamu, anda, sampean, panjenengan, elo, ente etc itu bukanlah sebuah masalah. dengan catatan sudah bertemu dan mengenal lho ya… bahkan setiap orang dengan tingkat kedekatan berbeda dapat memanggil saya dengan sebutan yang berbeda pula… sebagai contoh, istri saya dapat memanggil saya sayang, anak saya dapat memanggil ayah, adik saya memanggil saya rokomas, kakak saya memanggil adimas dan teman2 saya memanggil “dab”. ini lain cerita ketika seseorang yang belum bertemu dan mengenal saya. akan aneh ketika seorang yang belum bertemu dan mengenal, tiba2 memanggil saya dengan sebutan yang mengimplementasikan sebuah kedekatan.. sebuah permisalan ketika saya bertemu dengan seorang pria di jalan, apakah dia akan memanggil saya dengan sebutan sayang? atau seorang ibu2 yang saya temui dipasar akankah tiba2 dia memanggil saya dengan “dab”?

    kenapa saya analogikan dengan ketela? tidaklah sesederhana itu untuk diartikan ketika dibicarakan dalam ruang lingkup agama. ( sebelumnya mohon maaf kalau akan ada perbedaan pandangan )..
    yang jadi pertanyaan disini bagaimana islam yang tidak dipengaruhi oleh pola pikir manusia? bukankah disini (indonesia) banyak sekali pola pikir yang mempengaruhi penafsiran ajaran islam (penafsilran qur’an dan hadis) yang membuat islam itu seakan memiliki banyak golongan? (contoh NU, Muhammadiah, Liberal, etc.)
    kalau diibaratkan NU itu utri, muhammadiyah itu tiwul, dan liberal itu gaplek sepintas akan terlihat berbeda baik tekstur, rasa, dan bentuknya. tapi coba mulai disingkirkan satu persatu pola pikir manusianya (kalau diibaratkan pola pikir adalah gula, pewarna, proses pembuatan, garam, etc) baru kemudian akan “jumbuh” atau ketemu benang merahnya. selama seseorang tidak mau menepikan pola pikirnya dan hanya melihat utri/tiwul/gaplek adalah ketela, selama itulah akan ada perbedaandan perdebatan tentang utri yang paling enak,tiwul yang paling enak, gaplek yang paling enak. dan parahnya lagi, dia tidak menemukan dan menyadari ketela adalah dasar dari utri, tiwul dan gaplek..

    saya kira begitu.. budayakan saling menghormati untuk menumbuhkan kebersamaan dan toleransi… nuwun…

  23. Menarik!

    Menarik pikir utk berkreasi menjadi.
    Segala yg ada pasti berguna, Allah ada gunakanlah.
    Allah ada bukan utk dieman-eman, tapi utk kita digunakan.

    Gunakanlah Allah agar manusia bisa menikmati-Nya kembali!
    Jangan hina penggna Allah, budayakan saling menghormati;
    I like it.

    Salam Damai!

  24. fanya cinthya said

    @Om Maren

    Contoh, Sinar Ultra Violet (UV) dan Infra Merah yang dalam intensitas tertentu sangat bermanfaat membantu tubuh menghasilkan Vitamin D dalam intensitas dan jumlah tertentu pula justru akan merusak asam deoxyribonucleid (DNA-bahan genetika tubuh) dan merubah jumlah dan jenis kimia yang membuat sel kulit. Perubahan ini bertanggungjawab terhadap kerusakan pada kulit, termasuk pembakaran, penuaan kulit premature, berkerut, dan terjadinya kanker kulit.
    :
    :
    Paragraph diatas menunjukkan 2 (dua) hal yaitu:

    1. Bahwa VALUE dan Dampak dari setiap WARNA/Cahaya adalah sangat berbeda-beda. Value dan Dampak Ultra Violet berbeda dengan Value dan Dampak Infra Merah, apalagi jika dibandingkan dengan Warna/Cahaya lain yang dalam hal tertentu seolah hanya berperan sebagai “Penggembira” saja……

    2. Dampak satu entitas yang sama (katakanlah Ultra Violet) terhadap si A belum tentu sama thdp si B. Bagi si A, Ultra Violet adalah penyembuh atas kanker kulit yang selama ini dideritanya, sementara si B yang juga menderita kanker kulit, justru Ultra Violet itulah penyebabnya! So, kalau si A yang telah merasakan dan membuktikan sendiri kesembuhan kanker kulitnya berkat penyinaran Ultra Violet, menyuruh, apalagi memaksa si B menjalani therapi Ultra Vilet sebagaimana dirinya, yang bakal terjadi adalah fatal bagi si B!

    Pelajaran apa yang bisa diperoleh dari kedua hal diatas?

    1. Sepatutnya kita mengetahui VALUE dan KARAKTERISTIK dari masing-masing WARNA/Cahaya, karena jelas setiap WARNA memiliki Karakteristik dan Value yang berbeda-beda (BERAGAM serta TIDAK SERAGAM).

    2. Meskipun suatu entitas (katakanlah Ultra Violet) karena value dan karakteristik yg dimilikinya bisa membawa sebuah atau beberapa buah dampak pasti terhadap entitas lain, namun stigma BAIK atau BURUK Ultra Violet thdp individu sangat ditentukan pula oleh KOMPOSISI/KONDISI/Chemistry internal individu tsb. Itu sebabnya si A menganggap UV adalah juru selamat sementara bagi si B UV tsb justru adalah sumber kemusnahan.

    Maka dari itu, disamping harus mengenal value, karakteristik dan dampak/konsekwensi dari setiap warna yang jelas berbeda-beda, tidak sama, tidak seragam, kita juga harus mengenal value, kontur, dan karakteristik DIRI MASING-MASING yang sekilas SEOLAH SAMA SEBANGUN, namun faktanya kita semua SANGAT BERAGAM, BERBEDA-BEDA, khususnya dalam aspek IQ, SQ maupun EQ.

    Sesungguhnya dari aspek bahasa saja begitu jelas bahwa KEBERAGAMAN adalah KEBALIKAN dari KESERAGAMAN. Maka dari itu sungguh sebuah PENYESATAN yang NYATA manakala orang mengatakan makna KEBERAGAMAN adalah SEGALA SESUATU adalah SAMA BENAR, SAMA BAIK, SAMA NILAI….

    Salam

  25. fanya said

    @Om Maren
    Koreksi salah ketik ttg HITAM :

    tertulis:
    Hitam dan Putih yang ditasbihkan sebagai “Warna” berdasarkan respons fisiologis manusia, sesungguhnya BUKAN WARNA. Hitam hanyalah wujud dari ketiadaan WARNA sementara PUTIH adalah wujud keberadaan dari seluruh WARNA manakala masing-masing WARNA hadir mengikuti TAKARAN (value) tertentu sebagaimana ditentukan Sang Penciptanya!
    :
    Seharusnya : “Hitam hanyalah wujud dari ketiadaan TERANG, sementara PUTIH etc etc…..”

  26. fanya said

    @Om Maren,

    Mungkin warna tidak vital menurut Om maren,——-> sudahkah Om Maren pikirkan dan perhatikan pendapat para pelukis?.
    Mustahil pelukis bisa melukis dan menggambar tanpa adanya warna……..
    Cahaya memang vital, namun tak kalah vital pula mahluk sebagai saksi dan obyek lain pemantul/pemendar cahaya.
    Tanpa mahluk selaku saksi dari keberadaan cahaya, tanpa obyek pemantul/pemendar keberadaan cahaya, jagat raya ini tiada…

    Perlakukanlah mahluk dan setiap obyek di jagat raya ini sesuai proporsi dan hukum yang digariskan Sang Pencipta.
    Tolok ukur baik-buruk, salah-benar, besar-kecil, halal-haram seharusnya selalu mengacu pada hukum-hukum Sang Pencipta yang disosialisasikan melalui para Utusan dan Kitab-kitab-Nya, bukan pada persepsi, interpretasi dan kesepakatan sepihak para mahluk belaka.

    Keberagaman adalah sunatullah, ia jelas bukan ancaman, karena keberagaman adalah harmoni kehidupan manakala semua komponen yang beragam tersebut mampu menempatkan dirinya secara tepat dan proposional. Yang nyatakan sebagai baik, yang benar katakan ia benar, yang keliru katakan bahwa itu keliru, yang sesat katakan ia sesat, yang murtad katakan murtad.

    Yang sesungguhnya ancaman justru adalah mereka yang secara intens menyuarakan bahwa pluralisme/keberagaman adalah keadaan dimana segala yang berbeda itu “semuanya benar”, “semuanya baik”, “semuanya setara” sehingga SETIAP ORANG HARUS SEPAKAT dengan stigma tersebut!

    Salam

    • fanya cinthya said

      @Om Maren

      Tanpa mahluk selaku saksi dari keberadaan cahaya, tanpa obyek pemantul/pemendar keberadaan cahaya, jagat raya ini tiada…
      xxx
      Ini, berlebihan lagi, tuh.
      Mahluk itu penentu jagat raya.
      Aya-aya-wae Neng Fanya ieu teh!
      :
      :
      Mestinya Om Maren paham arti kata Mahluk. Mahluk = CIPTAAN. Segala sesuatu yang diciptakan disebut Mahluk. sementara Sang Pencipta = Khalik.

      Tanpa tanpa ada sesuatupun yang di ciptakan (mahluk) oleh Sang Khalik, maka tentu Jagat Raya (salah satu ciptaan Tuhan) ini juga tiada……..
      :
      :
      Siapa yang mengatakan Mahluk itu penentu Jagat Raya selain Om Maren? mungkin Om keseringan berasumsi ato ketularan Ulil Absar yang senang menyimpulkan berdasarkan interpretasi sendiri….
      ;
      XXX
      Yang baik, yang benar katakan ia benar,
      Xxx
      Kau telah mengatakan warna itu vital
      Si buta warna total telah nyatakan kelabu.
      Takkan kukatakan kau lebih baik dan benar.
      :
      :
      Warna itu vital.
      hm…. Kelabu itu warna apa bukan ya? kalau Om Maren yakin kelabu itu bukan warna ya entahlah….
      Menurut fanya Kelabu adalah warna-warna antara (Warna) Hitam dan (warna) Putih….., tanpa keberadaan warna (hitam-putih- dll), entah bisa dikatakan melihat?
      Lain dari itu banyak orang mengira Si Buta Warna adalah orang yang tidak bisa melihat warna. itu keliru!
      Si Buta Warna adalah sosok yang mampu melihat warna dalam jumlah tak terhingga antara rentang warna Hitam dan Putih………

      Salam

  27. fanya said

    @ Om Maren

    maaf, ada sedikit koreksi kekurangan pengetikan pada paragraf akhir seharusnya;

    Yang BAIK nyatakan sebagai baik, yang benar katakan ia benar, etc etc …………..
    terima kasih

    • Sudah aku perbaiiki
      Dan sudah ku respon juga.
      Belajarlah membenarkan segalanya.

      Ujilah segala sesuatu,
      Ambil yg baik2nya saja.
      Simpan yg masih ragu2
      Dgn begitu kita bijaksana.

      Salam Damai!

  28. fanya cinthya said

    @Om Maren

    Koq separuh jawab mu?
    Jelaskanlah juga dgn yg ini:
    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
    fanya tak keberatan siapapun memilih WARNA yg disukainya
    karena hanya dialah yang akan menikmati indahnya
    manakala pilihannya itu baik
    dan dia pula yang akan memikul kosekwensinya
    manakala pilihanya keliru.
    (April 28, 2013 at 12:15 pm)
    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Fokus pd kata-mu, “tak keberatan” dan “pilihan keliru”.
    Kek ada nuansa kekecewaan-mu pd dua kata itu,
    Ada beban liberal yg tak terbendung bukti2mu.
    >
    >
    Om Maren bukan fokus pd kata “tak keberatan”, melainkan fokus pada INTERPRETASI Pribadi Om.
    Setiap manusia yg normal dan bermoral, suka maupun tidak, pasti memikul tanggungjawab sosial dan tanggungjawab moral terhadap sesama mahluk-Nya. Meskipun secara hukum tindakan pribadi seseorang tak menimbulkan kerugian apapun terhadap pihak lain, namun selaku bagian integral dari masyarakat, tetap akan membawa dampak sosial terhadap mahluk sosial lainnya. Meski secara hukum fanya tak punya keberatan apapun apabila Om Maren memutuskan untuk loncat dari lantai 5 sebuah gedung dengan maksud menyelesaikan masalah pribadi Om, tapi kalau fanya punya kesempatan ngomong sama Om, pasti fanya akan melarangnya…! fanya akan katakan bahwa jalan/cara yang Om pilih guna menyelesaikan masalah, adalah keliru!
    :
    Meski fanya sadar tak punya hak apapun untuk keberatan terhadap keputusan Om memilih jalan pintas melalui cara seperti itu, fanya tetap kecewa manakala akhirnya Om terhempas dijalan dengan kepala pecah!

    Mungkin Om berbeda dengan fanya.
    Mungkin Om Maren (seperti umumnya masyarakat liberal di berbagai negara) yg selalu mengumandangkan pentingnya hak azasi manusia dan Pluralisme dalam menentukan/memilih jalan hidup seseorang OK-OK saja jika misalnya, anak perempuan Om, memutuskan mencari nafkah hidup sebagai (maaf) penjaja sex, koruptor, pencuri, atau pengedar narkoba yg mudah mendatangkan uang?
    :
    Mungkin Om mendambakan Indonesia menjadi seperti salah satu negara ASEAN yang memandang penjaja sex adalah sebuah pilihan profesi yang dihormati, legalitas homo sexual dengan hiruk-pikuk “Banana-Club”nya adalah pilihan hidup sekaligus komoditi dll, meski hal tsb jelas tidak dibenarkan oleh ketentuan agama?

    “Tak keberatan”, itu berarti ada beban yg kau masih kuat.
    “Pilihan keliru”, itu berarti ada ancaman jika salah pilihan.
    Tapi sungguh ini tak berguna menumbuhkan rohani kita.
    >
    >
    >
    “itu berarti ada beban yg kau masih kuat”………hihihi, Om Maren kayak DUKUN menduga-duga pikiran orang lain…..
    >
    >
    ” itu berarti ada ancaman jika salah pilihan” ….siapa yang mengatakan ada ANCAMAN? ngarang lagi….
    berulang kali fanya katakan “setiap Pilihan (WARNA) membawa KONSEKWENSI”
    Om Maren pilih loncat dari lantai 5, konsekwensinya ya….mati atau cacat seumur hidup…!
    silahkan fanya ga keberatan, fanya ga keberatan karena sdh menjelaskan konsekwensinya,
    selamat melompat, selamat bercacat atau bahkan menjadi mayat!

    • Yg ini belon, Fan!
      Bandingkan juga pilihan si A vs si B dlm dunia nyata.
      Pilihanmu dgn pilihanku dan liberalisme di dunia maya.
      Apa ada yg patut kita benci pd org Eskimo, org buta, dll.

      Salam Damai!

    • fanya cinthya said

      @Om Maren,

      Selain menggunakan analogi Cahaya dgn multi Citra WARNA-nya, Pluralisme menyangkut “ajaran” juga terrefleksikan melalui analogi Universitas dengan multi Fakultas didalamnya.

      Ketika Fakultas diyakini sebagai wadah formal, proses edukasi dan penanaman nilai-nilai akademik dan sosial yang kelak menjadi KODE ETIK PROFESI masa depan, dihadapkan pada fakta adanya BERBAGAI FAKULTAS yang satu sama lain BERBEDA, maka siapapun, termasuk A dan B, membutuhkan INFORMASI LENGKAP dan BENAR mengenai berbagai hal tentang berbagai Fakultas secara baik dan benar.

      Tidak sepatutnya calon-calon mahasiswa hanya dicekoki pemahaman bahwa SEMUA FAKULTAS BAIK; SEMUA FAKULTAS BENAR; SEMUA FAKULTAS BERMANFAAT meski ditinjau dari aspek hukum hal itu tak salah.

      Mengapa fanya katakan tidak sepatutnya? karena orientasi keberadaan FAKULTAS pada hakekatnya bukan sekedar memenuhi diversifikasi bidang keilmuan di dunia edukasi, melainkan lebih sebagai sarana pendidikan profesi, peningkatan skill, kompetensi sekaligus penanaman nilai-nilai moral yang terikat melalui Kode Etik Profesi dimana masing-masing Fakultas mengusung Identitas, Values dan Konsekwensi yang berbeda.

      Bidang pekerjaan, kode etik, tanggung-jawab, kompetensi dan konsekwensi berbagai profesi selaku OUTPUT dari masing-masing FAKULTAS misalnya Guru, Dokter, Pengacara, Hakim, Politisi, Sastrawan dll jelas berbeda.

      Siapapun termasuk A dan B, berhak memilih Fakultas apapun untuk dijadikan tempat menimba ilmu sebagai wadah/jalan/sarana menggapai mimpi-mimpi dan kehidupan masa depan yang di cita-citakan masing-masing.

      Namun demikian, tanpa pencerahan yang baik dan benar mengenai identitas, values dan konsekwensi yang menjadi “warna” unik masing-masing Fakultas, sangat sering terjadi kekeliruan dalam menentukan/mengambil pilihan sehingga ujung-ujungnya muncul mahasiswa-mahasiswi DROP OUT dan meningkatnya Penganggur Intelek akibat ketidak ikhlasan bekerja sesuai bidang akademik yang dipelajari dan dipilih sebelumnya!

      Pada sisi lain, meski hukum menjamin eksistensi setiap Fakultas, tetapi hukum juga WAJIB Menjamin setiap Fakultas menerapkan ajaran sesuai kaidah-kaidah yang berlaku di Fak-nya.
      Setiap Fakultas Kedokteran harus dicegah menjadi pusat ajaran Klenik dan Pedukunan meskitak sedikit masyarakat menerima “Orang Pintar” sebagai sosok penyembuh yang mujarab.
      Jika ada Fakultas Kedokteran yg melakukan hal itu, maka hukum WAJIB meluruskan dan mengembalikan pada proporsi yang seharusnya dan jika Fakultas Kedokteran tsb tetap bersikukuh mengajarkan pedukunan dan ilmu kleniknya, maka HUKUM dan MASYARAKAT WAJIB MENERIMA PEMBUBARAN “Fakultas Kedokteran” tersebut.

      Contoh penyimpangan ajaran ini, pada hakekatnya tidak hanya dialami “Fakultas Kedokteran” saja melainkan terjadi juga pada Fakultas-fakultas lain, sehingga tak sedikit produk-produk Fakultas di berbagai disiplin ilmu yang tidak sesuai atau bahkan mencederai KODE ETIK PROFESI yang diusung oleh disiplin ilmu tersebut,

      Sayangnya,…. tak sedikit pihak yang sumbang, lantang dan ajaib membela “Fakultas Kedokteran Klenik dan Pedukunan” yang dari sisi Hukum dan Etika jelas-jelas menginjak-injak Hukum Pendidikan, Melanggar HAK AZASI PARA DOKTER sekaligus mencederai nilai-nilai, Identitas dan Kaidah Ilmu Kedokteran itu sendiri!

      fanya ga tahu mesti ngomong apa lagi jika analogi yang begitu gamblang terkait paradigma Liberalisasi dan Pluralisme yang belakangan diterapkan secara keliru dan menyesatkan oleh pihak-pihak tertentu, masih ditolak oleh Om Maren!

      Salam

  29. andhika said

    dari satu cahaya bening (putih) memeang betul bisa dibiaskan menjadi spektrum warna. yang perlu disadari disini, dasar dari spektrum warna berasal dari satu cahaya bening (putih). ketika analogi prisma itu dianggap sebagai pola pikir, saat prisma itu tidak ada, cahaya bening akan tetap bening (putih) dan tidak berbias menjadi spektrum.
    kalau saya bilang, tetntang konsepsi sebuah kepercayaan apapun, lebih dari 90% telah terkontaminasi oleh pola pikir manusia. sehingga inti dari sebuah kepercayaan justru bias sama seperti kasus spektrum warna yang berbeda2.
    lalu apakah bisa disalahkan sebuah perbedaan2 itu? tentunya tidak, kalau dengan kesadaran menyadari satu sisi warna apapun berasal dari satu sumber yang sama, yaitu cahaya bening (putih). ketika masing2 warna spektrum menganggap dia adalah sumber dari segala warna/menganggap dia sebagai inti/menganggap diri paling benar, sejatinya itu yang menjadi sebuah kekeliruan turun menurun yang kemudian dianggap wajar dan banyak diikuti oleh penerusnya yang mana penerus juga tidak mau untuk menyadari kalau warna itu bersumber dari satu warna.
    kalau saya ambil contoh real, pada ajaran tertentu (islam), terdapat sebuah rukun iman, yang mana satu diantaranya iman kepada kitab2 Allah swt (Tuhan). kitab2 tuhan sendiri sejatinya bukan hanya 1 (qur’an saja), ada injil, taurot,zabur, dan qur’an. tapi brapa banyak orang yang menganggap didrinya islam mau mempelajari kitab2 selain qur’an? dalihnya selalu menganggap qur’an yang paling sempurna. pertanyaannya dimana letak kesempurnaannya? dan kenapa bisa dikatakan sesuai untuk semua jaman? ini yang banyak tidak diketahui.
    dianggap paling sempurna dan sesuai untuk semua jaman, bukankah karena memang berisi aturan2 yang memperbaiki dari keadaan paling bawah (jaman jahiliah pada saat itu)?
    lalu bagaimana dengan kitab2 yang lain? kalau masalah itu monggo panjenengan kaji dulu.
    kalau yang saya percaya, tak ada satupun yang diturunkan dimuka bumi tidak memiliki manfaat.
    bila dikembalikan ke warna, bab kitab2 tuhan ini dianalogikan menjadi spektrum warna yang berbeda, tapi ketika warna2 itu digabung kedalam sebuah diagram lingkaran lalu diputar, anda pasti menemukan sebuah warna bening (putih). namun ketika hanya satu per satu warna itu diputar dalam diagram putih, hanya warna yang sama yang didapat.

    kalau dalam skup lebih makro, dalam hal pandangan yang berbeda, satu hal yang perlu digaris bawahi disini, bukan dalam artian mencampur aduk, tapi coba pahami dulu rasa ketika anda berada dalam pandangan seseorang yang bersebrangan dengan anda, dan lepas dahulu sejenak pandangan yang anda pegang kuat2, dengan begitu anda akan memiliki sudut pandang yang lebih luas, dan tidak akan mudah menyalahkan atau membenarkan sebuah pandangan.
    sebagai contoh, seorang pawang gajah yang bijaksana, tak akan menyalahkan seorang buta yang menyeritakan bahwa gajah itu bulat, panjang dan punya dua lubang di ujungnya, kenapa tudak disalahkan? karena si buta baru meraba bagian belalai dan belum mau ketika diperintahkan meraba bagian lain karena merasa yg diraba sudah paling benar. mau memaksa si buta meraba yang lain? tak akan bisa ketika si buta tak mau bergerak karena sedang menikmati nikmatnya memegang belalai, dan menikmati sesuatu yang baru dia raba yaitu belalai gajah. Nanti, ketika dia mau meraba bagian lain, baru dia sadar kalau pendapatnya sebelumnya ternyata kurang tepat, gajah bukan hanya belalai.

    saya rasa begitu.. matur nuwun.. mugi2 manfaat..

  30. andhika said

    tanpa disadari, yang membuat perpecahan adalah ketika membahas detail dari suatu hal. ketika asik mengungkapkan argumentasi dari suatu hal, sedikit demi sedikit ternyata detail tersebut lari dari inti masalah, karena pola pikir kita bermain pada argumen yang kita keluarkan.
    satu hal yang belajar saya terapkan, mengeluarkan argumen, melawan argumen orang lain, dll, tak lain dan tak bukan hanya sebuah metode untuk mengetahui gejolak yang terjadi dalam diri saya, sampai batas mana gejolak itu bisa terbaca dan dikendalikan. hanya itu.. kalau ada yang lain yang didapat, seperti pengetahuan baru, mengenali karakter orang lain, dll, itu semata2 bonus yang diberikanNYA.. karena tujuan awal metode yang coba saya terapkan adalah belajar mencoba mengenali diri dengan bantuan hal2 yang ada di luar diri.
    ngoten, mugi2 manfaat.

    • Tak terhindarkan, bahwa perbedaan itu lah yg membuat kita terus berpikir tanpa henti ke kedalaman hati yg tak terhingga. Kesamaan hanya membuat kita mandeg atau stagnan, menggenang atau membeku.

      Hanya melalui Terang kita mampu memandang lebih jauh dan lebih jaul lagi, lebih ditel dan semakin ditel lagi, hingga sadar dan mudah memandang bahwa diri tubuh ini semakin terdegradasi oleh waktu pun oleh pikiran, hingga sadar hanya roh lah yg abadi, dan sadar pula jiwa ini hrs menuju ke kesempurnaan hidup.

      Keknya yg membuat perpecahan tak terkendali adalah yg memandang beda tanpa damai di hati. Damai itu sebagai katup pengaman tekanan atau sbg sikring arus listrik berlebih, karena beda itu dpt dipandang sebagai tekanan atau sebagai konsleting (hubungn tulalit). Begitu, kali!

      Salam Damai!

    • andhika said

      kalau boleh bertanya, bagaimana kita bisa mendapatkan damai? dimana kita bisa mendapatkan damai? dan pada saat apa kita dikatakan sudah dalam damai?
      kalau tentang kesempurnaan hidup, bagaimana itu? jangankan sempurna,sedangkan saat ini, saya merasa belum hidup..

    • andhika said

      ya, saya setuju dengan itu. “Damai itu sungguh tak bisa didapatkan. Tak ada cara bagaimana membuat damai, Karena damai adalah anugerah Tuhan YME”. sering kali kita mendengar pujuan untuk Allah “roh Allah penuhi hidupku” bukan begitu pak? bukankah roh Allah itu yang akan membawa damai? tapi yang jadi masalah, seringkali “roh Allah penuhi hidupku” hanya menjadi ucapan dikalangan jemaat. benar begitu pak?

      ya, roh Allah memang tidak bisa dicari, tak bisa dibuat, karena itu anugrah darinya. ketika kita mencari keluar dari diri, mustahil itu akan ketemu. Lalu kenapa tidak dicoba menemukan roh allah yang ditiupkan padamu, untuk kehidupanmu?

      namun, ada anjuran juga untuk berhati-hati pada roh. seperti ditulis di 1yoh : 4, 1 “saudaraku yang terkasih, jangan percaya pada setiap roh, tapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah”. sebuah peringatan yang sampai sejelas ini, menunjukkan bahwa memang tidak mudah untuk membedakan antara roh allah dengan roh bukan allah.

      Pada hari terakhir dari penciptaan, Tuhan berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26). Dengan demikian Tuhan mengakhiri pekerjaanNya dengan suatu “sentuhan pribadi.” Tuhan membentuk manusia dari debu tanah dan memberinya hidup dengan menghembuskan nafasNya sendiri (Kejadian 2:7). Dengan demikian manusia memiliki keunikan dibanding dengan ciptaan-ciptaan lainnya, yaitu memiliki bagian materi (tubuh) dan non-materi (jiwa/roh).

      banyak sekali tulisan-tulisan dalam kitab tuhan (apapun kepercayaannya), memberikan gambaran bahwa roh tuhan ada dalam diri manusia, tapi sekali lagi manusia-manusia justru mencarinya diluar, dan itu sungguh, mereka tak akan menemukannya.

      mengenali diri, adalah bagian awal dari proses mengenal roh allah yang ada pada diri kita. tanpa mengenal diri, kita tak akan bisa mengenal roh Allah, dan itu berarti juga kita tak akan mengenal Allah.

      seseorang yang berkata aku hidup dalam roh Allah, namun dia tak mengenal diri, hati2 dengan orang seperti itu, bisa jadi semua yg dikatakannya palsu, atau sebatas menghafal, bukan karena Allah berkarya dalam dirinya.. hal ini berkaitan dengan meniadakan diri agar Allah berkarya dalam dirimu.. bagaimana mau meniadakan diri, ketika diri sendiri saja tak kenal..

      dan apa kita bisa dikatakan hidup, kalau kita tidak mengenal roh Allah? sedangkan roh allah adalah sumber penghidupan kita.
      secara fisik, iya kita dianggap hidup, jantung berdetak, darah mengalir. tapi secara jiwa? tertidur, atau mati, sampai akhirnya bisa menemukan roh tuhan dalam diri kita, dan biarkan roh tuhan berkarya dalam diri kita. itulah hidup, itulah damai..

      ngoten pak, mugi2 manfaat, Iman itu percaya, dan percaya itu berdasar. Percaya yang tanpa dasar, tak bisa disebut iman, itu fanatik..

  31. fanya cinthya said

    @Om Maren

    fanya protes?
    itu interpretasi Om sendiri, dan jelas keliru!
    kalaupun fanya mau “protes”, sebagaimana tlh berulang kali fanya katakan pd Om Maren (koq ga mudeng aja sih?) ya protes kpd siapapun yg memanipulir makna keberagaman sebagai “SEMUA BAIK”; “SEMUA BENAR”; “SEMUA HARUS DIBIARKAN” sebagaimana digembar-gemborkan Ulil Absar.
    xxx
    Jika,
    Fanya protes kpd siapapun yg memanipulir makna keberagaman sebagai
    “SEMUA BAIK”; “SEMUA BENAR”; “SEMUA HARUS DIBIARKAN”

    Maka,
    Fanya tak protes kpd makna keberagaman sebagai
    “SEMUA JAHAT, SEMUA SALAH, SEMUA HARUS DIBERANTAS”
    Begitukah jadi-mu? Gimana!

    Perjelas lah protesmu itu,
    Jika kau sayang kpd semua,
    Dan tau arti keberagaman yg cocok,
    Spt bukti pribadi si A yg beda dgn pribadi si B.
    -
    >>>>>>>>>

    Hehehe…. another kesimpulan ala Maren Kitatau yang semau sendiri……….

    “SEMUA JAHAT, SEMUA SALAH, SEMUA HARUS DIBERANTAS” —> Wow… itu mah KESERAGAMAN.
    fanya pasti sangat protes kepada siapapun yg memaksakan KESERAGAMAN, terlebih pada keseragaman negatif kayak itu…..

    Berulang kali fanya katakan bahwa semesta alam tercipta dalam KEBERAGAMAN.The real keberagaman adalah eksistensi multi value baik-buruk, benar-salah, kiri-kanan, atas-bawah, kaya-miskin dlsb. ((koq ga mudeng-mudeng sih???)). Dah ah …………cape bolak-balik menjelaskan sesuatu yg sdh jelas. Terserah Om mo ngomong apa…..

    • fanya pasti sangat protes kepada siapapun yg memaksakan KESERAGAMAN, terlebih pada keseragaman negatif kayak itu…..
      xxx
      Jangankan yg negatif
      Yg positifpun Fanya protes,
      Ya, kan?
      -

      Berulang kali fanya katakan bahwa semesta alam tercipta dalam KEBERAGAMAN.The real keberagaman adalah eksistensi multi value baik-buruk, benar-salah, kiri-kanan, atas-bawah, kaya-miskin dlsb. ((koq ga mudeng-mudeng sih???)). Dah ah …………cape bolak-balik menjelaskan sesuatu yg sdh jelas. Terserah Om mo ngomong apa…..
      xxx
      Makanya jangan kebanyakan protes, Fan!
      Pd akhirnya kau akan membenci segalanya,
      Termasuk dirimu sendiri!

      Salam Damai!

    • fanya said

      @Om Maren

      xxx
      Makanya jangan kebanyakan protes, Fan!
      Pd akhirnya kau akan membenci segalanya,
      Termasuk dirimu sendiri!
      :
      :
      hahaha….. lucu dan ngarang lagi.
      fanya? membenci segalanya? …..kayak ga ada kerjaan aja membenci segalanya.
      buat fanya yang menerima keberagaman, sangat paham kalau kehidupan ini terdiri dari aneka macam value, sifat karakter dll.
      sah-sah saja ada orang jelek kayak si A; ada orang Oon seperti si B; ada orang jahat macam si C, ada orang munafik pengikut si D.
      Bagi si A mungkin “kejelekan” dirinya adalah kelebihnya dan dia akan cari dan rekrut orang2 supaya sama seperti dirinya.
      Bagi si B mungkin “ke-oonan” dirinya adalah kebanggaannya, wajar jika dia ajari orang-orang utk ikut “oon” spt dirinya.
      Bagi si C mungkin “kejahatannya” adalah kekuatannya, ia akan ajarkan orang-orang utk ikut serta mengembangkan kejahatannya.
      Bagi si D mungkin “kemunafikannya” adalah kecerdikan dlm berpolitik, dia tentu akan ajarkan kpd orang-orang bagaimana menjadi “politikus” yg hebat. dll dll….

      Sungguh kasihan jika orang-orang yang mau melangkah meyakini bahwa semua ajaran ABCD dll adalah baik…….
      Sungguh berbahaya jika orang-orang tercuci otak bahwa semua ajaran ABCD dlladalah benar……
      Malang benar jika mereka yg “tersesat” tetap dibiarkan tersesat dengan dalih menghormati hak azasi utk hidup sesat…
      Kasih sekali jika mereka yang “bodoh” terus di nina bobokan dengan pujian ttg kecerdikannya sehingga dia tetap bodoh….

      manakala keberagaman dimaknai semua baik, semua benar semua harus dihormati, semua harus dilestarikan…….

      salam

  32. I like this:
    “kalau yang saya percaya,
    tak ada satupun yang diturunkan dimuka bumi tidak memiliki manfaat.”

    Salam Damai!

  33. fanya said

    @Om Maren

    Ralat kalimat:
    “yah…..itulah kalo landasan berpikirnya KESERAGAMAN SEMU atau bisa jadi Absolutisme….”

    seharusnya:

    yah…..itulah kalo landasan berpikirnya KEBERAGAMAN SEMU rpt KEBERAGAMAN SEMU atau bisa jadi Absolutisme……..

    makasih

    • @Om Maren,

      fanya percaya Om memiliki pengetahuan, wawasan, kecerdasan serta pengalaman yang lebih dari cukup tentang kehidupan ini. So, buat fanya terserah aja apapun pendapat, pandangan dan keyakinan Om.
      Namun demikian, ini tidak berarti bahwa fanya setuju, sependapat, atau membenarkan apa yang Om yakini benar, bahkan tak mustahil pandangan dan nilai kebenaran yg fanya anut bertolak belakang dgn pandangan dan kebenaran Om.
      Bukankah salah satu esensi keberagaman yg sesungguhnya adalah siap utk agree to disagreement? Siapapun hrs siap menerima perbedaan pendapat ttg kebenaran dan kebaikan itu sendiri.
      Bagi fanya, sah-sah saja Om Maren memandang pendapat fanya ini keliru atau salah, namun seyogianya Om juga mestinya bisa menerima jika fanya menyatakan bahwa pandangan dan kebenaran yg Om yakini adalah keliru atau bahkan absurd.

      Sekali lagi, fanya yakini keberagaman hakiki, yakni keberagaman dimana dlm hidup ini terdapat pendapat/keyakinan yg salah, yg benar, yg baik, yg buruk, yg beriman, yg tak beriman (kuffur), yg taat, yg murtad, yg jujur yang munafik dslb. Siapa mau jadi apa, semuanya terpulang pada niat, kecerdasan, kesungguhan dan usaha masing-masing dlm mencapai apa yg diinginkannya.

      Salam

    • @Fanya

      Semoga dgn posterku di atas,
      Kau dpt meluaskan ukuran2 kepantasan,
      Kau dpt menghapus hasrat membenci orang lain.

      Salam Damai!

    • fanya cinthya said

      @Om Maren

      Semoga dgn posterku di atas,
      Kau dpt meluaskan ukuran2 kepantasan,
      Kau dpt menghapus hasrat membenci orang lain.

      Salam Damai!

      ++++++++++++

      Sweet & Beautiful Music with ambiguous lyric……
      ………
      Memang, dari kejauhan semua akan tampak indah, tampak benar, semua tampak OK…..
      Dari kejauhan ……………..adalah fatamorgana……
      itulah yg diperoleh manakala hidup hanya diam dan memandang dari kejauhan…..
      Padahal hidup adalah realita yg harus disentuh, dijalani dan dilalui…….
      Hidup adalah interaksi dengan segala sesuatu ada di sekitar kita dengan segala dinamikanya…..
      Karena Tuhan menciptakan sebagian manusia dalam kesempurnaan fisik dan berbagai kelebihannya,
      juga menciptakan manusia dalam ketidak sempurnaan, cacat fisik-mental dan berbagai kekurangannya.
      Dari kejauhan, bagi sebagian akan tampak benar dan indah dan OK-OK saja….
      Tuhan tidak berada in a distance…, God is inside the heart.
      Inside the heart of those who keep themselves close to Him.
      Tuhan bersemayam di hati mereka yang tunduk pada-Nya, pada firman-Nya, pada karunia-Nya.
      Tuhan tidak berada di kejauhan.
      Tapi tak sedikit manusia yang jauh dari Tuhannya………..
      Saat itulah, mereka melihat segalanya seolah indah,
      karena yang mereka saksikan hanyalah fatamorgana……
      …………

      Kau dpt menghapus hasrat membenci orang lain.

      ++++++

      Entah dapat dari mana Om hingga bisa men-judge fanya punya “hasrat membenci orang lain”………
      apakah Om pernah berada “di dalam” fanya?
      or is that what you get…..also…….”from a distance”?
      Apa mungkin, Om terpukau oleh keindahan (atau kekeliruan) syair lagu “from a distance” tsb
      atau…., mungkin terbiasa menikmati segala sesuatu dari kejauhan juga……..?
      Menurut hemat fanya sih, better get closer, keep on earth, be realistic, face the reality, then do your best and pray for God’s blessing upon you and everyone………

      Salam

    • @Om Maren

      fanya senyum2 membaca analisa dan kesimpulan Om diatas. Sebagaimana disampaikan syair lagu “From a Distance” diatas, apa yg tampak dari kejauhan faktanya akan berbeda dengan realita sebenarnya. fanya punya 3 orang sepupu yg 2 menikah dengan orang NTT sementara yg 1 orang dengan bule dari Italy. Ketiganya menikah secara Islam namun setelah lahir anak pertama mereka kembali pada keyakinan semula. Sepupu perempuan yg satu berpindah jadi pemeluk agama Saksi Yehova mengikuti agama suaminya, perempuan yg kawin sama bule jadi Katholik sedang sepupu laki menjadi Kristen Protestan mengikuti agama isterinya.

      Ketika selaku “saudara” kita diskusi masalah keyakinan, dipermukaan mereka menyatakan semua agama baik dan semua agama benar. Tetapi ketika fanya katakan bhw kalau benar anda yakini bhw semua agama baik dan semua agama adalah benar kenapa kalian tidak tetap memeluk agama Islam seperti sebelumnya dan malah “menekan” pasangan masing-masing meninggalkan Islam?

      Ternyata masing2 pasangannya MEYAKINI bhw AGAMANYA-lah yg BENAR sehingga mereka bersikukuh utk tetap memeluk agamanya dan menekan pasangannya (sepupu-sepupu fanya) utk pindah agama mengikuti agama mereka…..

      Dari kenyataan tsb terbukti bahwa jargon pluralisme dan hak azasi manusia yg mengatakan bhw “semua agama baik, semua agama benar” & “semua manusia berhak memilih jalan hidupnya” …….kenyataannya lebih merupakan hipokrasi dan kilah pihak tertentu guna mempertahankan eksistensinya sambil secara perlahan tapi pasti mempengaruhi orang lain utk masuk dalam komunitasnya! Terbukti mereka tidak bersedia melebur kedalam keyakinan yg mayoritas dipeluk masyarakat Indonesia sebaliknya mereka justru mencekoki dan menekan pasangannya utk berpindah agama setelah mereka “terlanjur” cinta………..

      fanya dan keluarga jelas mencoba “menyadarkan” sepupu-sepupu tsb untuk kembali “kejalan benar” menurut tolok ukur dan kebenaran Islam, sepertihalnya juga dilakukan keluarga non muslim terhadap famili mereka yg tiba-tiba bermaksud menjadi mualaf…

      Namun fanya dan keluarga akhirnya menyerahkan mereka menentukan jalan hidup masing-masing karena Islam mengajarkan bahwa setiap individu pada akhirnya hanya bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri, agamaku-agamaku, agamamu-agamamu (lakum dinukum waliyadin).

      So, buat fanya, terserah saja siapapun mo jungkir balik ato berbuat apa utk dirinya sendiri, namun selakui mahluk sosial fanya merasa punya tanggung jawab sosial utk paling tidak mengingatkan, menanggapi dan memberikan pandangan manakala ada pihak-pihak yang secara hipokrit manfaatkan jargon-jargon yang tidak sesuai dengan realitasnya.

      Om salah besar kalau menganggap fanya anti thd pluralisme atau hak azasi manusia. Justru fanya sangat menyadari eksistensi pluralisme (keberagaman) dan hak azasi manusia ansich dalam berbagai aspek kehidupan termasuk keberagaman dalam nilai-nilai sosial, spiritual dan emosional, sehingga kita seyogianya gunakan akal, pikiran, kecerdasan intelektual, sosial, spiritual maupun emosional dalam memilih dan menentukan jalan yg akan ditempuh agar sampai ke tujuan yang didambakan oleh masing-masing.

      Tentang terorisme? kalo fanya nemu tulisan atau artikel yg mengajak melakukan terorisme dengan dalih apapun, pasti fanya tentang dan kritisi….

      Asal tau aja menilik komen-komen Om di beberapa laman, fanya malah menilai Om Maren cenderung berusaha mengesankan sbg orang paling suci, paling benar, paling ber-roh, paling cerdas, paling moderat …….meski tidak mustahil justru kenyataannya adalah orang paling ego-centrist……. Bagaimana menurut Om sendiri? kalau sudah bisa menilai dan menganalisa orang lain, tentunya juga bisa menilai dan menganalisa diri sendiri dong….

      Salam

    • @Om Maren

      Membaca jawaban Om diatas, meminjam istilah Om Parhobass, mungkin selain ego-centric, bisa jadi Om Maren juga sangat Rhetoric……..wkwkwk
      Suka-suka Om deh punya berapa kemaluan. 3 ato lebih banyak kemaluan apabila satu tak cukup utk membangkitkan rasa malu….

      fanya perhatikan orang yg kemaluannya dua juga banyak juga loh berkeliaran, umumnya krejong cacamarica lekong sekong begindang…….! qiqiqiqi……..gimana yg kemaluannya tiga ya..????

      kebayang, dengan 3 kemaluan, ketika hanya 1 yg vote “malu” sementara dua lainnya vote “mau”, maka wajarlah kalo tak jadi malu, bahkan mempunyai cukup punya alasan utk melakukan apapun yg diMAUkannya……….demokratis sekali bukan?

      Buat fanya sih SATU kemaluan aja sdh more than enough koq. Yup, kemaluan thdp Sang Pencipta ALLAH YME……..
      Insyaallah.

    • @Om Maren,

      Ini namanya kebebasan memilih, Islam tidak pernah menekan apalagi memaksa seseorang utk menjadi mualaf……….

      TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bella Saphira hadir di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2013) pagi. Artis 39 tahun itu meminta untuk diIslamkan alias menjadi muallaf.
      Tepat pukul 10.00 wib, Bella masuk ke ruang utama masjid termegah di Asia Tenggara itu. Bella mengenakan pakaian muslim berwarna hijau muda lengkap dengan kerudung yang menutupi kepalanya.
      Dengan lantang,Bella mengucap dua kalimat syahadat menirukan ucapan sang ustaz. Dengan tegas pula, Bella membacakan artinya.
      “Insya Allah saya siap. Bukan karena paksaan,” tandas Bella.

      Alhamdulillah Bella Saphira memperoleh hidayah Allah swt di bulan suci Ramadhan 1434 H ini. Selamat!

    • @Om Maren

      fanya hanya prihatin thdp sepupu fanya dan orang2 yang membujuk atau “memaksanya” berpindah haluan…
      Semoga seperti halnya tokoh-tokoh terkemuka dunia spt Arnoud Van Doorn (pembuat film FITNA) yang bersyahadat tanggal 27 Februari 2013, Cat Stevens (Yusuf Islam, pelantun lagu Morning has broken), Skip Estes (Yusuf Estes, mantan pendeta Protestan di Ohio yg bahkan menjadi pendakwah Islam kaliber Dunia), Earl of Yarborough dan tak terbilang tokoh-tokoh dunia lainnya yang mendapat hidayah Allah swt, Bella Saphira dan milyaran muslimin-muslimah lainnya benar-benar hidup secara Islami dan memperoleh ridho Allah swt, selamat dunia-akhirat. Aamiin

    • @Om Maren

      Pernah denger nama Sharifuddin Al Khalifa ?

      Sharifuddin Khalifa boleh dibilang anak ajaib. Anak yang terlahir di Tanzania, Afrika Timur berasal dari keluarga Katholik namun pada usia 1,5 tahun, Khalifa sudah hafal 30 juz Alquran dan shalat lima kali sehari.

      Subhanallah, ia mampu menghafal Alquran tanpa ada orang yang mengajarinya. Awalnya, kedua orangtua Khalifa mengira anaknya dikuasai setan. Namun, tetangganya yang Muslim memahami apa yang diucapkan anak ajaib itu. Akhirnya, kedua orangtuanya menyadari bahwa putranya adalah tanda kebesaran Sang Khalik. Kedua orangtuanya pun memeluk Islam.

      Sharifuddin Khalifa yang di tahun 2007 baru menginjak usia 5 tahun, konon hingga tahun 2007 telah mengislamkan ribuan orang di berbagai negara Afrika.

      Meski berbahasa ibu Swahili, Khalifa mampu berbicara dan berpidato dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, dan Italia tanpa belajar. Pada usia empat hingga lima tahun, ia sudah berkeliling Afrika dan Eropa untuk berceramah dan mengajar. Berkat dakwaahnya, ribuan orang memeluk Islam. Di Kenya, Afrika sebanyak 1.000 orang berduyun-duyun bersyahadat setelah mendengar ceramahnya. [republika]

      Apa pendapat Om Maren terkait hal ini?
      Silahkan lihat disini : http://youtu.be/-1OEEtHB0NI

    • Mukjijat Tuhan masih ada,
      Anak itu melawan kodrat anak.
      Ujilah segala sesuatu, ambil yg bainya.

      Pendapatku, ya, teruslah kita berbuat yg mulia,
      Tak semua yg menyebut Tuhan-tuhan kpd-Nya
      Akan pasti masuk Sorga! Ya, kan Fan!

      Kerjakanlah apa yg berkenan kpd-Nya.
      Cintailah Tuhan, cintai sesama, cintai alam.
      Satu cinta terabaikan, berarti bohong semua.

      Salam Damai!

    • @Om Maren

      Kata “konon” itu tambahan dari fanya sendiri karena fanya berupaya utk tetap obyektif dan mengakui tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri ato menghitung sendiri jumlah mereka yg berpindah menjadi muallaf. Namun dari serial video yg ditayangkan di youtube tsb fanya BISA MELIHAT bhw Sharifuddin Khaliifa, jelas bukan anak usia 5 tahun biasa. Betapa CUPAT siapapun yang menyamakannya dengan Ponari! Anyway, terima kasih atas tanggapan/pendapat Om Maren yang bagi fanya telah secara gamblang mendeskripsikan seperti apa “ROH” dirimu yg sesungguhnya………

      Beberapa hari berselang fanya memposting artikel di “Kerajaan Agama” (http://kerajaanagama.wordpress.com/) berjudul “Toleransi dan Empati” dimana Om bisa melihat foto2 faktual yg fanya ambil dari situs resmi BBC London tentang keyakinan masyarakat di West London belakangan ini! kalau berkenan silahkan melihatnya……

      Salam

    • @Om Maren

      Sorry, dari situs DailyMail UK, bukan dari BBC London.

  34. If some one needs expert view concerning blogging afterward i advise him/her to
    pay a quick visit this webpage, Keep up the fastidious work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: