Jangan pernah menjilat amplop atau perangko untuk merekatkannya. Suatu hari seorang wanita yang bekerja disebuah kantor pos di California , merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah, melainkan dengan cara menjilatnya. Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris. Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun. Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun.
Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray. Ternyata ada sesuatu didalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil. Ketika dokter mengiris/membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar.. Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop. Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas. Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.









Beliau merupakan seorang pria cerdik dengan ukuran tubuh yang kecil yang dijuluki ”si kancil”. Beliau dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Semenjak kecil beliau sudah gemar menonton film koboi, membaca, dan fotografi. Setelah lulus HIS (sekolah dasar), beliau membantu sang ayah berdagang. Di sela-sela berdagang, beliau banyak membaca berbagai buku yang memperkaya pengetahuan dan wawasannya.
Jendral Besar H.M. Suharto meninggal dunia pada pukul 13.10 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Tidak lama setelah kematiannya, pemerintah mengumumkan seruan pengibaran bendera setengah tiang untuk semua kantor/instansi pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, kantor swasta dan masyarakat luas selama tujuh hari berturut-turut. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara prosesi pemakaman Suharto di makam keluarga Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Belum lagi okestrasi media massa cetak dan elektronik yang berusaha keras menampilkan citra Suharto sebagai negarawan dan pahlawan bagi negara dan bangsa.
Pembaruandalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam mempunyai tujuan, yakni membawa umat Islam pada kemajuan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Bab ini akan menguraikan perkembangan Islam pada masa pembaruan. Pada masa itu, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban. Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin peradaban?
Allah SWT tidak pernah memerintahkan manusia untuk saling bermusuhan, saling membunuh, atau saling merusak, baik terhadap milik sesama muslim maupun milik orang lain yang bukan muslim. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyembahnya, tidak menyekutukannya dengan sesuatu dengan berlomba-lomba berbuat baik kepada sesama makhluk khususnya manusia, tanap membendakan jenis kelamin, agama, suku bangsa, dan golongan. Menolong atau meringankan penderitaan orang lain adlah salah satu bentuk perbuatan baik dan termasuk kebajikan.
“Ini salam perpisahan untuk mu, anjing”, ” Ini dari para janda, anak yatim dan mereka yang terbunuh di Irak”.