MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

AL QUR’AN TENTANG DEMOKRASI

Posted by Bustamam Ismail on December 10, 2008

A.Bacaan Surat Ali Imran Ayat 159

demBacalah dengan fasih ayat dibaah ini!(lihat Al-Qur,an Onlines di Google)
Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran : 159)


Isi Kandungan

Allah SWT menjelaskan bahwa setiap manusia hidup di dunia tidak terlepas dari problem dan persoalan yang dihadapi. Untuk itu mereka harus dapat memecahkan masalah tersebut. Adapun cara menyelesaikan persoalan hidup dalam surat Ali Imran ayat 159 dijelaskan, harus dengan mencontoh dan mengambil teladan dari nabi Muhammad SAW yaitu dengan cara lemah lembut berdasarkan rahmat Allah SWT, setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah.
Orang yang selalu bersikap keras dalam menghadapi masalah maka ia akan dijauhkan dalam pergaulan. Oleh karena itu, apabila kita terlanjur berbuat salah dan berlaku kasar kepada orang lain maka segeralah minta maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Baik dengan tidak sengaja, apalagi disengaja.
Kalau kita mempunyai persoalan, sedang kita sudah memecahkannya dengan cara bermusyawarah yang kita kehendaki maka kita serahkan saja kepada Allah SWT apa hasil yang akan dicapai nanti. Karena sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertakwa dan berserah diri kepadanya.
Rasulullah telah memberikan contoh tentang musyawarah. Menjelang perang Uhud terjadi perbedaan pendapat antara beliau dengan sejumlah sahabat. Nabi SAW berpendapat sebaiknya orang Islam bertahan di dalam kota, tetapi sebagian sahabat beliau agar musuh dihadapai di luar kota. Nabi akhirnya menerima usul mereka walaupun dengan berat hati. Setelah terbukti kalah dalam perang itu, Nabi tetap bersikap lemah lembut kepada mereka.
Hal yang penting, selalu menyepakati sesuatu melalui musyawarah, yaitu semua pihak harus teguh dengan pilihan kesepakatannya, bukan menyesali hasil pilihan. Allah SWT pasti akan membela mereka yang telah bersikap istiqamah dan bertawakal kepada Allah.

B. Bacaan Surat Asy Syuura Ayat 38

Bacalah ayat dibawah ini dengan tartil dan benar! (Lihat Al-Qur’an Onlines di google)
Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS Asy Syura : 38)

Isi Kandungan

Dalam ayat tersebut Allah menyerukan agar umat Islam mengesakan dan mnyembah Allah SWT. Menjalankan shalat fardu lima waktu tepat pada waktunya. Apabila mereka menghadapmasalah maka harus diselesaikan dengan cara musyawarah. Rasulullah SAW sendiri mengajak para sahabatnya agar mereka bermusyawarah dalam segala urusan, selain masalah-masalah hukum yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Persoalan yang pertama kali dimusyawarahkan oleh para sahabat adalah khalifah. Karena nabi Muhammad SAW sendiri tidak menetukan siapa yang harus jadi khalifah setelah beliau wafat. Akhirnya disepakati Abu Bakarlah yang menjadi khalifah.

Dalam ayat lain Allah berfirman: (Lihat Al-Qur’an Onlines di google)

Artinya: “…Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertakwalah kepada Allah …”. (QS Ali Imran 159)

Pada akhir ayat tersebut dijelaskan bahwa apabila kita diberi rizki harus dinafkahkan kepada kebaikan. Misalnya, diberikan kepada mereka yang membutuhkan baik secara individu maupun kelompok.

Latihan

A. Pilih salah satu jawaban yang tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. ayat tersebut mengandung makna bahwa….
a. bermusyawarah itu penting
b. pentingnya musyawarah dalam segala hal
c. musyawarah itu mufakat
d. musyawarahlah kamu dalam segala urusan
e. musyawarah adalah sendi hidup masyarakat

2. Arti musyawarah secara harfiyah adalah….
a. Berkumpul
b. Berdebat
c. Berunding
d. Seminar
e. bertemu

3. ayat ini bermakna….
a. sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berawakal
b. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri
c. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat sabar
d. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersaudara
e. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang beribadah

4. arti dari kata ini adalah…
a. berhati keras
b. berhati kasar
c. berhati baja
d. berhati lembut
e. berhati halus

5. Musyawarah merupakan cara islami untuk …
a. menghilangkan sikap otoriter dan sewenang-wenang
b. menjaga agar teguh pendiria
c. bercerai berai
d. memberikan kesempatan memilih sesuai dengan wawasan
e. kemajuan pengalaman manusia

6. Islam mengajarkan dalam memecahkan suatu masalah dengan….
a. bertengkar
b. sama-sama suka
c. bermusyawarah
d. sama-sama untung
e. bermusuhan

7. Perintah untuk bermusyawarah dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terdapat dalam surat As Syuara ayat
a. 157
b. 38
c. 59
d. 9
e. 15

8. Arti demokrasi secara umum adalah …
a. segala sesuatu hal selalu dengan musyawarah
b. kekuasaan berada di tangan rakyat yang berpendidikan
c. rakyat berkuasa untuk memutuskan sesuatu
d. pemerintahan ada di tangan rakyat
e. dari rakyat dan untuk rakyat

9. Dalam Al Qur’an ada surat Asy Syura, yang berarti….
a. malam syura
b. tahun Muharram
c. isra’ mikraj
d. musyawarah
e. sejarah

10. Sarana mengemukakan pendapat dengan baik sehingga kita terbiasa dan mudah menyampaikan gagasan adalah dalam suatu forum….
a. keluarga
b. komunikasi
c. media massa
d. tasyakuran
e. musyawarah

11. Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw, untuk bermusyawarah guna….
a. kedengkian sahabat
b. persatuan sahabat
c. menjatuhkan sahabat
d. memusuhi sahabat
e. memerangi sahabat

12. Apabila terdapat perbedaan pendapat dalam musyawarah, hendaknya dikembalikan pada…
a. ajaran Allah dan rasulnya
b. ajaran manusia canggih
c. para peserta musyawarah
d. pemimpin musyawarah
e. ajaran nenek moyang

13. Musyawarah harus dilandasi dengan hal-hal berikut, kecuali…
a. niat baik
b. akal yang sehat
c. saling menghargai
d. memaksakan kehendak kepada orang lain
e. menghormati setiap pendapat

14. Untuk mencapai masyarakat madani diperlukam suatu tatanan kehidupan yang baik, yaitu dinul Islam. Untuk mewujudkan hal itu landasan yang diperlukan….
a. Ijma’, qiyas
b. Al Qur’an, hadits
c. Hadits, ijma’,qiyas
d. Al Qur.an, Hadits, Ijma’ qiyas
e. Al Qur’an saja

15. Sendi dalam bermusyawarah yaitu jaminan akan….
a. mengeluarkan bahan makanan
b. memberikan uang
c. mengeluarkan suatu pendapat
d. mencari musuh dan lawan
e. hak memaksa antar sesama

16. Hal dilarang oleh Allah swt, dalam bermusyawarah yaitu….
a. urusan politik
b. urusan masyarakat
c. suatu perselisihan
d. akidah dan ibadah
e. muamalah

17. Dalam Islam dilaksanakannya suatu musyawarah adalah untuk menghindari sikap… penguasa.
a. demokrasi
b. kebenaran
c. kejujuran
d. maslahah
e. otoriter

18. Apabila dalam musyawarah timbul sengketa diantara kaum muslimin, hendaknya kita mengikuti petunjuk….
a. penguasa
b. pemerintah
c. raja
d. Allah dan rasulnya
e. Manusia

19. Musyawarah adalah hal yang utama dalam penyelenggaraan urusan masyarakat, dalam rangka mencari kebenaran dan persetujuan untuk kemaslahatan umat. Firman Allah yang menyatakan hal tersebut adalah…
a. Q.S. Al Anfal: 67-68
b. Q.S. Al Anfal: 69-70
c. Q.S. Ali Imran : 159
d. Q.S Al Maidah: 26-27
e. Q.S. Al Maidah: 28-29

20. lanjutan ayat ini…..
a.
b.
c.
d.
e.

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!

1. Sebutkan kesimpulan Surat Ali Imran ayat 159!
2. Apa yang kamu ketahui tentang tawakal?
3. Mengapa rahmat Allah SWT akan turun apabila kita menyelesaikan masalah dengan musyawarah? Jelaskan!
4. Sebutkan cara-cara seseorang atau kelompok apabila dalam menghadapi masalah tidak dapat diselesaikan?
5. Mengapa musyawarah dalam hal akidah dan ibadah tidak diperbolehkan oleh Allah SWT? Jelaskan!
6. Jelaskan maksud yang terkandung dalam surat Asy Syuura ayat 38!
7. Bagaimana seharusnya sikap pemimpin musyawarah terhadap peserta musyawarah?
8. Jelaskan manfaat musyawarah
9. artikanlah ayat ini!
10. Sebutkanlah contoh idgam bila gunnah!

About these ads

34 Responses to “AL QUR’AN TENTANG DEMOKRASI”

  1. Ibnu Anwar said

    Maaf mau koreksi tentang judulnya..
    Yang benar dan tepat seharusnya judulnya bukan Al-Qur’an tentang Demokrasi tetapi Al-Qur’an tentang Musyawarah, karena demokrasi berbeda dengan musyawarah dan sangat bertentangan, kenapa? Karena demokrasi berasal atau lahir dari sekularisme dan sekularime (sebagaimana fatwa MUI) adalah paham sesat dan bertentangan dengan Islam, sedangkan musyawarah adalah ajaran Islam yang memang diperintahkan oleh Allah dalam al-Qur’an. Trims.

  2. Ibnu Anwar
    terima kasih atas kritikan anda tentang tulisan ini.
    demokrasi itu berasal dari( demos dan kretos) dari bahasa latin artinya kedaulatan ada ditangan rakyat, sedangkan musyawarah adalah salah satu bagian dari demokrasi dan demokrasi tidak sama sekuler dan liberal, sekuler membedakan urusan dunia dengan agama, sedangkan liberal kebebasan tanpa batas, Demokrasi adalah jelmaan kedaulatan rakyat, terima kasih.

    • Aku setuju dgn Mas Bus!
      Musyawarah adalah bagian dari demukrasi.
      Musyawarah selalu datangnya dari atas
      Demontrasi selalu datang dari bawah

      Negra-negara Arab sekarang sedang demontrasi.
      Mungkin sudah bosan dengan bermusyawarah mulu.
      Tak ada yg salah kan? Atau semuanya salah?

      Salam Damaoi!

    • fanya said

      @Ustdz BI
      demokrasi itu berasal dari( demos dan kretos) dari bahasa latin artinya kedaulatan ada ditangan rakyat,
      :
      Betul, itulah arti demokrasi……. yakni kata/istilah yang merujuk pada sistem bernegara (pemerintahan) dimana rakyat atau suara terbanyaklah yg menjadi penentu apapun yg dikehendaki untuk diberlakukan di negara ybs………
      :
      Musyawarah dan Demokrasi adalah dua kata berbeda yang masing-masing berdiri sendiri.
      .
      Musyawarah lebih merupakan kata/istilah yang merujuk pada metode/cara penyelesaian masalah, yakni upaya penyelesaian masalah lewat rembugan/perundingan dengan mengedepankan aspek urgensi, substansi, norma dan kepatutan dengan keikutsertaan para pihak guna menemukan solusi terbaik secara mufakat.
      ;
      Mufakat sangat berbeda dengan demokrasi yg merujuk pada sistem pemerintahan berbasis perolehan suara terbanyak lewat VOTING (pengabaian Musyawarah) sehingga demokrasi kerap disebut “tirani mayoritas”. Demokrasi adalah sistem yg memberlakukan perolehan suara terbanyak sebagai hukum. Dalam kaitan ini tatkala mayoritas menginginkan berlakunya legalitas homoseksual, perkawinan sejenis, hidup bersama di luar nikah, trans gender, larangan berjilbab di tempat umum dll (sebagaiman diberlakukan di negara-negara barat), maka hukum itulah yg akan berlaku walaupun qur’an tegas-tegas mengharamkan dan Allah swt melaknatnya! Melalui demokrasilah hukum zaman nabi Luth berkibar kembali!
      :
      :
      Terlepas dari hal tsb, fanya sependapat dengan @Ibnu Anwar dan @ Anisyah yg bersetuju bahwa Yang benar dan tepat seharusnya judulnya bukan Al-Qur’an tentang Demokrasi tetapi Al-Qur’an tentang Musyawarah, karena demokrasi berbeda dengan musyawarah dan sangat bertentangan….., karena substansi yg dirujuk ayat-ayat Qur’an diatas adalah musyawarah, dan secara etimologi, berdasarkan KBBI Pusat Bahasa, kata makna musyawarah tidak identik dgn kata dan makna demokrasi!
      :
      salam

      • Aku setuju dgn mu:
        “Musyawarah sangat bertentangan dgn demokrasi”
        Demokrasi tak bertentangan dgn musyawarah; Ginama Fan!

        Salam Damai!

      • fanya said

        @Om Maren,
        “Musyawarah sangat bertentangan dgn demokrasi”
        Demokrasi tak bertentangan dgn musyawarah; Ginama Fan!

        :
        :
        kalimat dalam huruf italic tsb kan kutipan utuh komen @Ibnu Anwar Om, masak gak lihat…..
        Dalam paragraph tsb sengaja fanya tebalkan (bold) kalimat yg fanya maksudkan sependapat. So, kalo om Maren sedikit cermat, kalimat fanya adalah : “fanya sependapat bhw seharusnya judulnya Al-Quran tentang Musyawarah”.
        :
        Dalam paragraph sebelumnya sdh fanya jelaskan interpretasi fanya ttg makna kata musyawarah yaitu suatu metode/cara penyelesaian masalah, yakni upaya penyelesaian masalah lewat rembugan/perundingan dengan mengedepankan aspek urgensi, substansi, norma dan kepatutan dengan keikutsertaan para pihak guna menemukan solusi terbaik secara mufakat. Musyawarah sangat berbeda dengan demokrasi yg awalnya adalah sistem pemerintahan berbasis perolehan suara terbanyak lewat VOTING (pemungutan/penghitungan suara – pengabaian Musyawarah) sehingga demokrasi kerap disebut “tirani mayoritas”. Demokrasi adalah sistem yg menjadikan pemilik perolehan suara terbanyak sebagai “hukum”.
        :
        Meski tidak sepenuhnya mengamini statemen Ibnu Anwar diatas, fanya sangat maklum mengapa beliau mengatakan bhw “musyawarah sangat bertentangan dengan demokrasi”.
        :
        Fokus Musyawarah pada hakekatnya menjadikan HAL TERBAIK sebagai “Lord”, sementara demokrasi menjadikan pemilik suara terbanyak sbg “Lord” sehingga bisa saja hasilnya mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, moralitas, sosial, kultural dan spiritual.
        Kita bisa menyaksikan betapa gaya hidup umat nabi Luth (homoseksual, perkawinan sejenis, hidup bersama tanpa menikah yg bertolak belakang dengan nilai2 agama dan kultur sosial) kembali marak dan dilindungi hukum di negara-negara barat berkat “demokrasi”. Masyarakat dunia juga menyaksikan NATO mengambil keputusan “demokratis” untuk secara bersama-sama melakukan invasi ke berbagai negara berdaulat dengan berbagai dalih………. demokrasi, memang sangat bertentangan dengan Musyawarah.
        Dalam prakteknya, demokrasi bukan saja “tirani mayoritas” melainkan juga “tirani minoritas” karena hanya segelintir politisi yg duduk sbg anggota parlemenlah yg ujung-ujungnya menguasai dan menentukan sistem kehidupan di negara tsb…….
        :
        Salam persatuan

      • Sorry Fan bila aku salah sangka!

        Musyawarah itu nampaknya gagasan atau milik orang-orang bijak bestari yg semakin langka semakin hari. Orang-orang kecil atau budak bagai tak pantas mengemukakan pendapat atau gagasan dlm bermusyawarah. Mereka itu hanya tinggal terima bersih apa yg telah bulat di mufakatkan para elit bijak bestari itu.

        Sementara itu demokrasi bisa lebih memerdekakan semua pihak utk berbicara dan berpendapat. Musyawarah pun boleh ditempuh bila perbedaan gagasan itu sangat signifikan. Semua boleh bicara sebisa-bisanya dlm menyodorkan gagasan lain.

        Jadi, mungkin benar:
        “Musyawarah sangat bertentangan dgn demokrasi”,
        Tapi demokrasi tak bertentangan dgn musyawarah.

        Salam Damai!

      • fanya said

        @Om Maren
        “Musyawarah sangat bertentangan dgn demokrasi”,
        Tapi demokrasi tak bertentangan dgn musyawarah.

        :
        :
        Jangan terbalik Om. Kalo Om lebih cermat membaca penjelasan fanya diatas, kesimpulannya adalah:
        DEMOKRASI BERTENTANGAN dengan MUSYAWARAH, ditinjau dari MUATAN demokrasi yg tak harus dilandasi tujuan dan nilai-nilai positif.
        MUSYAWARAH TIDAK BERTENTANGAN dengan DEMOKRASI ditinjau dari eksistensi keduanya selaku sebuah sistem dalam hidup bermasyarakat.
        :
        :
        Intinya:
        Musyawarah adalah suatu mekanisme dalam bermasyarakat yg diciptakan Tuhan.
        Demokrasi adalah salah satu mekanisme dalam bermasyarakat yg dibuat manusia disamping monarki, perbudakan, imperialisme maupun liberalisme.
        Keduanya (musyawarah dan demokrasi) memang sama-sama sistem dalam bermasyarakat, namun nilai dan esensi Musyawarah jelas berbeda dengan Demokrasi, terlebih dengan sistem-sistem kemasyarakatan ciptaan manusia lainnya!
        :
        :
        Hal itu semakin jelas setelah dunia menyaksikan DEMOKRASI sebagai TIRANI (PEMAKSAAN KEHENDAK) yg dilegalisir tanpa perduli muatan nilai/substansial yg diusung dan dampak selanjutnya terhadap masyarakat luas, berbeda dengan MUSYAWARAH yang selalu fokus mencari solusi terbaik bagi SEMUA PIHAK dgn berbasis pada nilai2 ilahiah dan kemaslahatan ummat.
        :
        :
        Salam persatuan!

      • Jadi kesimpulanmu dibalik, ya,
        Musyawarah tidak bertentangan dgn demokrasi
        Demokrasi lah yg bertentangan dgn muyawarah.

        Artinya:
        Dahulukanlah musyawarah secara umum dan luas,
        Demokrasi hanya salah satu solusi dead-lock,
        Solusi lainnya otoriter, gitu aja lah, keknya!

        Salam Damai!

  3. Achmad Subhan said

    Trima kasih atas sajian modulnya, sehingga bisa membantu saya dalam hal kegiatan belajar mengajar. Materi-materi pas untuk silabus, sehingga anak-anak kami bisa mengambil manfaat.

  4. lia Mahasiswa said

    jika kta prhatikn memang demokrasi itu darirakyat,oleh rakyat & untuk rakyat,,dan di dlm’x itu ada musyawarh.tp, musyawarh sprti apa? apakh placurn jg hars d musyawarhkn? jelas2 itu kn d ulang2 dlm ayat Al-Qur’an bhwa hal tsbt d harmkn,, ini mlh d fasilitasi dngn ada’x UU yng mmbolhkn hal tsb,,kcuali d tmpt2 trtntu!? apakh itu wajr? jels tidk dong!!!… jika udh ada pemecahan’x apakh kta hrz mmprsoalkn’x lg?? saya pikr demokrasi itu sekulerisme atau bsa di bilng memisahkan agama dari kehidupn…! memng sh,, di negara kta braneka macm agama,, tp apakh salh klo d negara kta d terapkn sistm islm? toh mayoritas’x jg agama islm!!sya kira tdk msalh jka agama lain dlm naungn islm… trz sya baca dari ayat Al-Qur’an bhwa orng yng beragama tetapi bukn islm,, brarti dia kafir,,trz knpa gk d sebt kafr d negara kta yng bukn agama islm!juga knpa d pelajarn PPKN d sebutkn bhwa semua agma itu benr, padahl Allah SWT berfirman agama yng d ridloi di sisi Allah ialah agama islam.saya tau negara kita adalh negara pancasila,, tp, walaupn ngara kita pancasila gk seharus’x kts memishkn agama dr kehidpn!! sbenar’x bnyk skali yng ingn saya komentari dlm hal ini,bukn’x saya orng yng palng suci, tp saya mncoba berfikr secara mustanir,, tp sbagai gmbarn mungkn cukp skian saja…

  5. HASAN said

    assalaamu alaikum, ana sangat senang dengan khadiran blog ini. ana minta dikirimkan ke email ana materi tentang surat asy syura ayat 38 berkaitan dengan demokrasi juga. tolong diuraikan sebagaimana uraian pada surat ali imran di atas. tapi ana minta tambahan agar kedua surah/ayat tadi di paparkan hukum tajwid yang berlaku pada masing-masing ayat. jazaakumullahu khairan.

  6. Cichy rachmawathy said

    Pengen lbh jels lg d0nk..
    Tntng surah asy-syura 38..
    Krna untk diskusi
    mksh

  7. Hamba Allah said

    maaf,, buat saya sih demokrasi ya tetep aja lahir dari sistem yang kufur,, tidak sesuai dengan manhaj ala nubuwah, dan bener kata yang posting di awal tadi,, harusnya judulnya al-quran tentang musyawarah karena demokrasi itu intinya HAM,, dan HAM itu ngerusak moral islami..
    terimakasih..
    wawlahu’alam..

    • silahkan anda berpendapat seperti itu, itu pendapat mas,
      musyawarah itu bagian dari demokrasi, demokrasi adalah mengakui kedaulatan rakyat yang bertahta bukan perorangan ,tentu konsep demokrasi islam tidak sama persis dengan demokrasi barat, saya setuju, yang lebih kita perhatian bagaimana konsep demokrasi yang ideal dalam Islam, umatnya saat ini sudah berkeping-keping

  8. [...] AL QUR’AN TENTANG DEMOKRASI [...]

  9. @HAMBA ALLAH (HA)

    Kutip:

    Hamba Allah said
    February 16, 2011 at 6:10 am

    maaf, … demokrasi itu intinya HAM,
    dan HAM itu ngerusak moral islami…

    Aku pingin tau, Mas HA!
    Moral Islami yg matcem-mana dirusak HAM, HA?
    Dunia ini telah rusak, apa bisa yg rusak bikin mulia?

    Salam Idul Fitri!

    • Al Barmawi said

      wah seru tuh……. ikutan ya diskusinya,,,, ndak apa kan meskipun terlambat dikit. dari pada tidak sama sekali….
      kalo menurut saya sifat dasar Islam itu plural dan mengayomi seluruh umat tampa membedakan ras atau bahkan agama. hal demikian dapat dilihat pada piagam madinah yang murni gagasan Rasulullah SAW. begitupun tentang masalah demokrasi, memang secara usulan teori tentang demokrasi muncul dari barat yang, namun demikian secara istilah demokrasi tersebut kan tetap bisa digambarkan dengan musyawaroh. dan menurut saya fanatisme terhadap faham jangan terlalu disuburkan, sehingga menolak kebenaran tampa pandang bulu.
      jadi bagi yang tidak setuju mengenai demokrasi, coba buka akal dan hati anda, buang jauh-jauh fikiran jelek dan bacalah tentang konsep demokrasi dan bandingkan dengan musyawaroh. terimakasih

      • @Al

        Mungkin Mas HA terbiasa memandang kebenaran hanya ada pd text. Jadi, jika text itu dari Barat maka hrs dianggap salah walau benar konsepnya ada di Islam.

        Salam Damai!

      • fanya said

        @Om Maren,
        Menurut hemat fanya @HA tidak memandang kebenaran secara textual sbgmn dikemukakan Om, justru beliau lebih melihatnya secara contextual, actual dan faktual berdasarkan realitas yg berkembang selama ini di dunia. Kita semua bisa menyaksikan bhw perilaku sosial manusia sekarang cenderung terus mengupayakan diterimanya liberalisme moral dalam agama maupun secara legal formal. Kita terus menyaksikan betapa masyarakat dunia makin terbiasa dengan pornografi, memberi hak untuk hidup bersama dan sex bebas di luar nikah, memberi legalitas formal dan keagamaan thdp perkawinan sejenis, transgender, paganism dll…. (Inggris tgl 2 Oktober 2010 yg resmi mengakui Druid – Penyembah Matahari, sebagai agama setara dengan agama Kristen, Katolik dll).

        Dikatikan dgn kenyataan2 tsb diatas fanya mau tanya, apa benar kristen merestui dan membenarkan pernikahan sejenis? faktanya hampir semua pemerintah Barat dan institusi keagamaan (gereja) di Barat memberi legalitas dan pemberkatan gereja); Apakah kristen juga melegalisir adanya jenis kelamin lain selain pria-wanita? (faktanya negara2 barat secara formal mengakui jenis kelamin “other”) dll….

        Dari fakta-fakta aktual tsb siapapun bisa melihat bhw perbuatan yg dulu dikategorikan sebagai penyimpangan nilai2 moral yg sangat ditabukan agama, lewat kemasan HAM justru menjadi perbuatan lumrah yg bahkan menjadi komoditas efektif peninggian citra dan popularitas individu, kaum, golongan bahkan negara di mata dunia! itu fakta……..

        Salam Persatuan

      • @Fanya

        Ambil yg baik-baiknya saja,
        Simpan yg ragu-ragu
        Buang yg tak perlu

        Menurutku,
        Semua yg kau kritik itu,
        Sama dgn kritikku pd Barat.

        Salam Terang Persatuan!

  10. jupe said

    santai boz,..
    nurut sepengetahuai aq ne, yang jlaz demokrasi itu = SYIRIK,..
    because ” tak ada hukum didunia ne selain dari Hukum Allah”,..

  11. toko sepatu, jual sepatu,sepatu kulit…

    [...]AL QUR’AN TENTANG DEMOKRASI « Membangun Khazanah Ilmu dan Pendidikan[...]…

  12. Thicks said

    Maaf nunpang nanya , contoh perilaku musyawarah pada masa nabi Muhammad saw dan sahabatnya itu apa ya?

    • Aku juga mau nanya spt itu tadinya, Kang!

    • fanya said

      @Thicks & Om Maren

      Mungkin salah satu wujud musyawarah di zaman Rasulullah tercermin dalam hikayat berikut. Dalam sebuah kesempatan para sahabat meminta hujjah/petunjuk Rasul tentang masalah bercocok tanam yg baik. Atas pertanyaan tsb beliau sampaikan apa yg beliau ketahui tentang cara bercocok tanam yg baik. Selepas beliau kemukakan hal tsb seorang pengikut beliau yg juga seorang petani, bertanya kepada Nabi Muhammad: “Maaf ya Rasulullah, apakah yang engkau sampaikan kepada kami barusan merupakan wahyu atau petunjuk dari Allah SWT”?.
      Ditanya seperti itu Rasulullah menjawab:”Bukan, yg barusan aku sampaikan semata-mata pengetahuanku tentang bercocok tanam” sahut Rasulullah apa adanya. “Gerangan apa engkau tanyakan hal itu?” sambungnya.
      “Jika yg engkau sampaikan adalah petunjuk atau wahyu dari Allah, kami tentu akan mentaatinya dengan seksama. Namun jika hal itu bukan petunjuk Allah, mungkin saya punya kiat lebih baik tentang bercocok tanam berdasar pengetahuan dan pengalaman saya selama ini” jawabnya.
      Mendengar ucapan orang tersebut Rasulullah serta-merta meminta ybs menyampaikan kepada majlis kiat dan pengetahuannya tentang bercocok tanam yg baik kepada sahabat yg bertanya dan siapapun yg membutuhkannya.
      Apa yg dilakukan Rasulullah tsb selaras dengan firman Allah : Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS An Nahl/16 : 43) .
      Konon, hadits masyhur yg berbunyi “Serahkanlah segala sesuatu urusan pada ahlinya” yg sempat dijadikan jargon oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam kampanye Pilkada DKI 2007, lahir dari kejadian sebagaimana diriwayatkan diatas. Allahu’alam bishowab.

      Salam persatuan

      • Hi, Neng Fanya!
        Lama tak komen
        Salam hangat!

        Dudlu-dulunya pastilah musyawarah no.: 1
        Sekarang-sekarang ini maunya demokrasi

        Dunia sudah tercemar, semuanya serakah.
        Musyawarah semakin bohong dan membosankan.

        Kini,
        Aib tak bisa lagi melekat di wajah.
        Para koruptor cengar-cengir aja,
        Penabrak 9-tewas pun senyum.
        Aneh lah!

        Salam Damai!

  13. Hari said

    Iikutan nimbrung ya … ?

    Soal DEMOCRACY di Islam memang TIDAK DIKENAL …
    Sebagaimana pengertian DEMOCRACY di Barat …
    Dimana one man one vote …

    Yang dikenal adalah MUSYAWARAH …

    Kedua SISTEM ini …
    Tekanannya adalah pembuatan DECISION yang EFEKTIF …

    Pengertian di Barat bahwa MANUSIA itu SAMA KEDUDUKANNYA …

    Di ISLAM …
    Manusia itu DILIHAT dalam kerangka KEDEKATANNYA kepada ALLAH berupa KETAKWAANNYA …

    Ada PERSAMAAN tapi sekaligus PERBEDAANNYA …
    Persamaannya …
    Sama-sama TIDAK MELIHAT Suku, Ras dan Gender …
    Tapi AGAMA … TETAP DILIHAT …
    Bukan AGAMA sebagai KULIT ?
    Tapi AGAMA sebagai RUH …

    Bukankah orang ber TAKWA itu memiliki CIRI-CIRI …
    Mengikuti aturan ALLAH ? Terlihat dari praktek FISIK dalam berhubungan kepada ALLAH ?
    Banyak ber KORBAN ? (Korban HARTA maupun WAKTU)
    MEMEGANG AMANAH ? Baik saat SENDIRIAN maupun saat MEMEGANG KEKUASAAN ?
    Memiliki WAWASAN ? Terlihat saat memberikan pernyataan-pernyataan TEMPORER ?

    Ini yang MEMBEDAKAN antara DEMOCRACY dengan MUSAYAWARAH …
    Democracy TIDAK MELIHAT KELEBIHAN KELEBIHAN seseorang …
    Semua dipukul rata … ONE MAN ONE VOTE …
    Sedangkan ISLAM melihat ada perbedaan yang MEMBEDAKAN …
    Hanya saja UKURANNYA adalah TINGKAT KETAKWAAN orang tersebut …

    Ini yang juga jadi perhatian …
    Kalau ada seseorang yang sebelum ber KUASA …
    Sepertinya ber TAKWA kepada ALLAH ?
    Tapi saat ber KUASA …
    Shalatnya mulai berantakan …
    Sering memberikan pernyataan-pernyataan yang AMBIGU …
    Dan banyak rentetan berikutnya …
    Inilah yang diperingatkan sama Lord Acton …
    Kekuasaan cenderung KORUP …
    (The POWER tend to corrupt)
    Kekuasaan ABSOLUT PASTI KORUP …
    (The Absolute power … Absolutely corrupt)

    Bukankah orang ber IMAN itu juga akan di UJI ?
    Baik melalui KESENANGAN (ke SUKSES an) maupun keperihan (keMISKINan atau PENYAKIT) ?
    Siapa yang LOLOS dari UJIAN itu berarti BENAR IMANNYA ?

    Apakah ada orang seperti itu di jaman sekarang ?

    Bagaimana ADA ?
    Kalau MEMBELI BENSIN saja membeli yang ber SUBSIDI ?
    SUBSIDI itu kan untuk orang MISKIN ?
    Masa’ MENGAMBIL HAKNYA orang MISKIN ?
    Sudah punya MOBIL saja … Masih MERASA MISKIN ?

    Kalau HARGA BENSIN dinaikan ?
    PROTESnya LUAR BIASA sekali ?
    kadang BISA MENJATUHKAN PEMERINTAHAN …

    Itulah NEGARA KITA … INDONESIA …

    Janganlah BANYAK mendiskusikan hal-hal yang UTOPIA …
    Lakukanlah hal hal REAL …
    Dengan TIDAK …
    Membuang SAMPAH SEMBARANGAN …
    Berkendara MELAWAN ARUS …
    Atau …
    BERSIHKANlah lingkungan sekitar kita dari SAMPAH …
    Kalau MENYITIR apa yang dikatakan AaGym …
    Mulailah dari DIRI SENDIRI
    Dari hal yang KECIL-KECIL
    Mulai SAAT SEKARANG juga …

    • Kekuasaan cenderung KORUP …
      (The POWER tend to corrupt)
      Kekuasaan ABSOLUT PASTI KORUP …
      (The Absolute power … Absolutely corrupt)
      —-

      Ya! Itulah akar masalahnya:
      Org lebih suka kpd kuasa duniawi.
      Dunia lebih menjanjikan dari pd Illahi.
      Maka makin banyak org ke Gunung Kawi.
      hh

      Salam Damai Kang!

  14. kesimpulan bermusyawarahnya mana ???

    • Kesimpulan:
      Bedemokrasi itu utk yg manual.
      Bermusyawarah itu utk yg otomat

      Tubuh jiwa dan roh,
      Selalu musyawarah.
      Beda-beda satu tuju

      Eksekutor, judikator, legislator.
      Hrs selalu bermusyawarah
      Beda-beda utk satu tuju.

      Salam Damai!

  15. Setelah bermusyawarah …..
    Aku mengucapkan “selamat berpuasa”,
    Baik yg sekarang atau mulai besok pun mulai lusa,
    Keknya hal itu sama makna walau beda-beda memulainya..

    Salam Damai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: