MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Kompor biomassa kompor murah bahan bakar…

Posted by Bustamam Ismail on July 10, 2008

Beruntungnya Nurul Sulistiyati, 38 tahun, bersuami Muhammad Nurhuda, 44 tahun. Bukan apa-apa, berkat suaminya itu Nurul kini tak perlu lagi terburu-buru membeli elpiji kalau api kompornya mulai redup.Warga Jalan Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini sudah menyiapkan kompor pengganti di dapurnya. Namanya kompor biomassa, yang bisa menyala dari serasah, kayu, dan sampah rumah tangga lainnya. “Nyala apinya bagus dan lebih hemat daripada minyak tanah atau elpiji,” kata Nurul, Selasa pekan lalu.


Kompor berbahan baku biomassa padat ini asli ciptaan Nurhuda. Dosen fisika di Universitas Brawijaya itu membuatnya setelah sebulan penuh meneliti di laboratorium di kampusnya. Hasilnya, sebuah kompor berbahan bakar biomassa yang berbeda dengan kompor pada umumnya karena nyala api kompor tidak disertai asap yang bisa bikin istrinya batuk-batuk.

Sejatinya, Nurhuda tidak membuat kompor itu spesial untuk sang istri. Anggota Kelompok Kajian Sumber Energi Baru dan Terbarukan di universitasnya itu ingin membantu masyarakat mendapatkan bahan bakar murah dan mudah didapat. Terlebih setelah program konversi minyak tanah menjadi gas yang malah membuat jenis bahan bakar pertama langka dan yang kedua melambung harganya.

Nurhuda lalu memilih bahan bakar biomassa padat. Pilihannya ini didasari kenyataan bahwa sampah mudah diperoleh karena selalu tersedia setiap hari di setiap rumah dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, beban lingkungan akibat banyaknya produksi sampah bisa dikurangi.

Kompor biomassa Nurhuda bukanlah yang pertama di Indonesia. Faktanya, kompor ini sudah tak lagi asing. Namun, Nurhuda menjelaskan, kompor-kompor biomassa yang ada mempunyai sejumlah kekurangan, seperti kualitas pembakaran yang jelek dan menimbulkan polusi. “Ini disebabkan oleh kesalahan dalam pemanfaatan biomassa,” ujarnya.

Selama ini, pemakaian biomassa padat sebagai bahan bakar dilakukan dengan menjadikannya sebagai arang terlebih dulu melalui proses karbonisasi. Arang yang terbentuk kemudian dicetak menjadi briket. Menurut Nurhuda, cara itu tidak efektif. Saat pembakaran biomassa menjadi arang, asap yang dihasilkan tak saja menimbulkan polusi, tapi juga menjadi panas yang terbuang sia-sia.

Nurhuda membuat kompornya berbeda. Pembakaran dibuatnya dua tahap-dalam satu tempat atau kompor yang sama. Pertama, pembakaran bahan bakar. Api dalam tahap ini didesain hanya membakar sekeliling “paket” bahan bakar padat seraya menghalangi pasokan oksigen. Akibatnya, muncul asap yang sangat banyak dan jelaga yang ditimbulkan residu karbon.

Di sinilah tahap kedua berlangsung: pembakaran asap. Proses ini dimungkinkan karena asap mengandung gas seperti hidrogen, karbon monoksida, dan metan yang dapat terbakar.

Hasil pembakaran asap inilah yang menghasilkan api “netto” yang menyala lebih bersih dan berwarna biru yang muncul dari lubang di sekeliling kompor. “Semua komponen biomassa dari asap sampai arang digunakan untuk menghasilkan energi. Jadi hampir tak ada sisa pembakaran,” kata pria bergelar doktor dari Universitas Bielefeld, Jerman, itu.

Untuk setiap paket–yang juga bisa dibuat sebagai briket–seberat 1 kilogram, kompor Nurhuda bisa menyala sampai satu jam. Panas yang dihasilkan, di antaranya, bisa untuk mendidihkan 12 liter air dalam waktu sekitar 35 menit.
Agus Nurrohim, ahli konservasi energi di Pusat Penelitian Teknologi Konversi dan Konservasi Energi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, menyatakan baru mendengar mekanisme dua kali pembakaran seperti yang digunakan Nurhuda. Kebanyakan kompor berbahan bakar biomassa, menurut Agus, memang sangat tradisional dengan cara bakar langsung.

“Selain polutif, efisiensinya sangat rendah, yakni nilai kalor yang termanfaatkan hanya 12,5 persen dari massa yang digunakan,” dia menjelaskan. “Sisanya losses dalam bentuk asap dan panas.” Inilah, menurut Agus, yang menjadi kelemahan utama kompor yang memanfaatkan kelimpahan sampah dan limbah organik, yakni kandungan energinya yang rendah, “Sehingga hanya cocok untuk kebutuhan skala kecil.”

Agus menyatakan, belum dapat dipastikan efisiensi kompor biomassa buatan Nurhuda. Yang pasti, hilangnya asap semestinya sudah satu langkah yang cukup berarti dalam pengembangan kompor model ini. “Sedangkan panas yang terbuang bisa dirasakan apakah kita merasa panas bila ada di sekitar tungku itu,” ujarnya.

WURAGIL | BIBIN BINTARIADI (MALANG)

 

About these ads

30 Responses to “Kompor biomassa kompor murah bahan bakar…”

  1. Faisal said

    pak Bagaimana untuk mendapatkan kompor biomassa tersebut, karena tempat tinggal saya berada di Surabaya. Mungkin Bapak punya no. hp yang bisa dihub. Terima kasih

  2. Helmy said

    Buat Pak Nurhuda, idenya bagus juga. Tapi kok sepintas ada kemiripan prinsip dengan WoodGas Camping Stove yang sudah diciptakan tahun 2000 oleh Dr. Tom Reed, profesor Teknik Kimia dari Colorado, dan sekarang dijual secara umum di Amrik buat yang hobi Camping. Bila kurang yakin, bisa kok dilihat di situs mereka di : http://www.woodgas-stove.com

  3. indah werdiningsih said

    pak Bagaimana untuk mendapatkan kompor biomassa tersebut, karena tempat tinggal saya berada di Kudus. Mungkin Bapak punya no. hp yang bisa dihub. Terima kasih

  4. anggoro said

    iya pak… dimana mendapatkannya?
    berapa harganya?

    http://pejantantangguh1979.blogs.friendster.com/pejantan/

  5. arizal said

    sama pak…dimana n bagaimana cara mendapatkannya. Mohon infonya lebih jelas

  6. Anna said

    Salam Pak, saya tertarik dengan kompor biomasa ini. Bagaimana cara mendapatkannya. Terima kasih atas balasannya.

  7. william said

    saya tertarik dengan kompor ini saya ingin tahu cara mendapatkan nya, saya tinggal di jakarta. terima kasih atas informasinya. tolong secepatnya di balas ke mail saya.

  8. Chaerul said

    Sangat menarik ide pak nurhuda. kebetulan saat ini saya juga sedang mengembangkan bahan bakar biomassa, dan untuk kompornya kami bekerjasama dengan sebuah LSM. ada satu hal yang mengganjal, kalo benar bentuk kompornya seperti terlihat pada gambar diatas, itu sama dengan kompor yang disediakan oleh LSM partner kami, yang katanya didatangkan dari india..

  9. sutrisno said

    dimana saya bisa mendapatkan kompor biomasa dari sekam padi pak ! pak sutrisno, lamongan jatim telp 08113403698

  10. sheilla said

    pak, saya sangat tertarik untuk berjualan kompor tersebut. dimana saya bisa mendapatkannya ? boleh minta nomor bapak supaya saya bisa menghubungi ? thx

  11. bagi yang ingin kompor bio massa, silahkan hubungi,Nurhuda. Dosen fisika di Universitas Brawijaya, Alamat Jalan Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

  12. sheilla said

    pak, kalo minta nomor handphone bapak bgmn ? soalnya saya di bandung. jd supaya bisa ngobrol2 dulu pak. thx

  13. reza pahlevi said

    Pembakaran dua kali ini sebenarnya bukan hal baru, sudah banyak dikembangkan di berbagai negara seperti india, china dan thailand. India yang paling gencar melakukan pengembangan ini. Prinsip pembakaran dua kali ini yang disebut gasifikasi, jadi biomassa dibakar dulu dengan jumlah oksigen terbatas, sekitar 1/3 kebutuhan pembakaran lengkap secara stoikiometrik, disebut incomplette combustion, ‘asap’ hasilnya dibakar lagi disaluran outletnya. ‘Asap’ ini memrupakan hasil pembakaran terbatas berisi gas CO, CH4, dan H2, yang mudak terbakar, disamping N2 yang non-flamable yang juga ada. Silahkan saja cari d internet dengan kata kunci gasifier stove.

  14. muhammad najib said

    Pak Nurhuda, saya sangat menghargai temuan bapak yang tepat gunabagi kesejahteraan masyarakat indonesia. Saya harap bapak bersedia berhubungan dengan saya untuk kegiatan sosial bersama di daerah batu malang.

  15. irvan said

    di saat isu-isu hijau yang lagi booming…..sangat bagus untuk di kembangkan kompor biomassa, sekarang kompor biomassa sudah mulai berjamuran…..namun saya melihat,belum ada dikembangkan dan di pasar di kota saya(padang).yang ingin saya mau tanyakan berapa efesien(waktu) penggunaan kompor biomassa ini dalam 1 hari?????

  16. intan said

    saya juga mau..bisa email ke saya gak di mana bisa saya beli kompor ini..saya tggl di bandung..makasih

  17. anto said

    banyak komentar yang menanyakan keinginan memperoleh informasi lebih lanjut tentang bagaimana cara mendapatkan/membeli kompor ini, tapi sedemikian jauh tidak ada tanggapan yang berarti…, mohon kepada pak Nurhuda untuk bisa memberikan info agar kami juga bisa memanfaatkan temuan bpk ini, guna menghadapi rencana pemerintah kita yang gemar menaikan harga komoditas kebutuhan rakyat banyak, dimana bulan depan akan naik TDL dan pastinya akan disusul dengan harga elpiji. Dimana kami bisa beli kompor ini dan berapa harganya ??

  18. ratulani said

    Pak, bagaimana untuk mendapatkan kompor biomassa tersebut, karena tempat tinggal saya berada di Pandeglang Banten. Mungkin Bapak punya no. hp yang bisa dihub. dan berapa harganya pak?
    Terima kasih

  19. dedi said

    Assalamu’alaikum…
    Pak, terima kasih karena telah berusaha keras untuk memikirkan cara keluar yang paling baik bagi warga Indonesia terkait dengan sulit/mahalnya bahan bakar yang kita peroleh. Kalau bapak berkenan memberikan informasi seputar cara mendapatkan kompor biomassa ini dan berapa harga dan nomor hp yang bisa kami hubungi, kami akan sangat berterima kasih.
    Kami tinggal di Medan, tepatnya di Binjai.

    Sekian dan terima kasih..

  20. Layla Luvh said

    Ass,,
    pak saya dari bogor jawa barat,, tolong pak dimana saya bisa memesan dan tolong berikan no hp bapak agar kita bisa berkomunikasi,,

    terima kasih

  21. Rahman said

    Aslm…
    Bapak Nurhuda yang berbahagia,
    Saya Rahman dari Bogor.
    Senang sekali saya bs berkomunikasi dengan bapak.
    Saat ini saya punya program lingkungan tentang biomassa..
    Saya sangat tertarik dengan kompor temuan bapak utk diaplikasikan
    secara nyata di masyarakat desa tempat saya berada saat ini.
    Mohon kesediaan Bapak agar dapat memberikan nomor Kontak yg bs saya hubungi
    untuk mendapatkan kompor ramah lingkungan tersebut.
    Saya yakin, temuan bapak sangat berguna bagi masyarakat desa,
    khususnya yg jauh dari akses BBM..
    Terimakasih.

  22. Dadang Nugraha said

    Untuk yang tertarik dengan kompor biomass,
    Saya baru saja beli kompor ini dari pak Nurhuda.
    Tapi pembelian minimal 3 buah, jadi di saya masih ada 2 buah lagi.
    Untuk yang tertarik silahkan dibeli dengan harga 150 ribu sudah termasuk ongkos kirim.
    Hubungi Dadang Nugraha
    Phone: 0811976711, 021.70976885

  23. m. mashuri. a said

    pak gmn cara mendapatkan kompor tersebut? mhn infox

  24. kaos bola said

    kaos bola…

    [...]Kompor biomassa kompor murah bahan bakar… « MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN[...]…

  25. Antaris said

    Sangat Efisien banget….
    Ditempat saya banyak banget bahan bakarnya. Bagaimana Pak cara mendapatkan Kompor bikinan Bapak,atau mungkin ada nomor telepon / HP yang bsa di hubungi. Trimakasih.

  26. Novi Rochmaji said

    Ditempat saya banyak banget bahan bakarnya. Bagaimana Pak cara mendapatkan Kompor bikinan Bapak,atau mungkin ada nomor telepon / HP yang bsa di hubungi. Trimakasih.

  27. ruli said

    sy sangat ingin memesan kompor ini.bgmn caranya?trmksh.sy tggu infonya

  28. Sepertinya artikel di atas hanya lelucon belaka, kemungkinan ybs tidak benar2 membuat kompor tersebut, ada kesan ybs takut menanggapi komen2 yang masuk. maaf

  29. coba saja diperhatikan baik2,gambar wanita yang di dekat kompor tersebut sangat dengan wanita India, dan panci yang diatas tungku juga tidak seperti panci2 yang ada di sini. Betul tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 71 other followers

%d bloggers like this: