MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

MAWARIS

Posted by Bustamam Ismail on December 11, 2007

warisan.jpgDalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar terjadinya perpecahan, bahkan pertumpahan darah antara sesama saudara atau kerabat dalam masalah memperebutkan harta waris. Sehubungan dengan hal itu, jauh sebelumnya Allah telah mempersiapkan dan menciptakan tentang aturan-aturan membagi harta waris secara adil dan baik. Hamba Allah diwajibkan melaksanakan hukum-Nya dalam dalam semua aspek kehidupan. Barang siapa membagi harta waris tidak sesuai dengan hukum Allah akan menempatkan mereka di neraka selama-lamanya. Lihat Al-Qur’an on line di google

 

Firman Allah swt.
Artinya:” Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkan ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan ” (Q.S. An Nisa: 14)

A. Ketentuan Mawaris

Mawaris ialah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara pembagian harta waris. Mawaris disebut juga faraidh karena mempelajari bagian-bagian penerimaan yang sudah ditentukan sehingga ahli waris tidak boleh mengambil harta waris melebihi ketentuan. Adapun hukum mempelajarinya ialah fardhu kifayah.

1. Sebab-sebab seseorang menerima hartawarisan

menurut Islam ialah sebagai berikut:

a. Adanya pertalian darah dengan yang meninggal(mayat) baik pertalian ke bawah ataupun ke atas.

b.Hubungan pernikahan, yaitu suami atau isteri.

c.Adanya pertalian agama.Contoh jika seorang hidup sebatang kara, lalu meninggal maka harta waris masuk baitul mal.

d.Karena memerdekakan budak.

2. Sebab-sebab seseorang tidak mendapat harta waris ialah

sebagai berikut

a.Hamba(budak) ia tidak cakap memiliki sebagaimana firman Allah swt. berikut. Lihat Al-Qur’an on line di google

Artinya: ” Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui” ( Q.S. An-Nahl:75).

b. Pembunuh, orang yang membunuh tidak dapat mewarisi harta dari yang dibunuh. Sabda Rasulullah SAW.

Artinya: ”Yang membunuh tidak dapat mewarisi sesuatu dari yang dibunuhnya

(H.R. Nasai)

c. Murtad dan kafir, orang yang keluar dari Islam, yaitu antara pewaris atau yang mati, murtad salah satunya.

3. Syarat berlakunya pewarisan ada tiga:

a. Adanya yang meninggal dunia, baik secara hakiki atau hukmi.

b. Adanya harta warisan.

c. Tidak penghalang untuk menerima harta warisan.

B. AHLI WARIS

Ahli Waris ialah orang yang berhak menerima warisan, ditinjau jenisnya dapat dibagi dua, yaitu zawil furud dan ashobah.

Ahli ada dua jenis lelaki dan perempuan .

1. Ahli Waris lelaki terdiri dari.

  1. Anak laki-laki
  2. Cucu laki-laki sampai keatas dari garis anak laki-laki.
  3. Ayah
  4. Kakek sampai keatas garis ayah
  5. Saudara laki-laki kandung
  6. Saudara laki-laki seayah
  7. Saudara laki-laki seibu
  8. Anak laki-laki saudara kandung sampai kebawah.
  9. Anak laki-laki saudara seayah sampai kebawah.
  10. Paman kandung
  11. Paman seayah
  12. Anak paman kandung sampai kebawah.
  13. Anak paman seayah sampai kebawah.
  14. Suami
  15. Laki-laki yang memerdekakan

2. Ahli Waris wanita terdiri dari

  1. Anak perempuan
  2. Cucu perempuan sampai kebawah dari anak laki-laki.
  3. Ibu
  4. Nenek sampai keatas dari garis ibu
  5. Nenek sampai keatas dari garis ayah
  6. Saudara perempuan kandung
  7. Saudara perempuan seayah
  8. Yang Saudara perempuan seibu.
  9. Isteri
  10. Wanita yang memerdekakan

Ditinjau dari sudut pembagian, Ahli waris terbagi dua yaitu : Ashhabul furudh dan Ashobah.

1. Ashabul furudh yaitu orang yang mendapat bagian tertentu. Terdiri dari

Yang dapat bagian ½ harta.

a.  Anak perempuan kalau sendiri

b. Cucu perempuan kalau sendiri

c. Saudara perempuan kandung kalau sendiri

d. Saudara perempuan seayah kalau sendiri

e. Suami

Yang mendapat bagian ¼ harta

a.Suami dengan anak atau cucu

b.Isteri atau beberapa kalau tidak ada

anak atau cucu

Yang mendapat 1/8

Isteri atau beberapa isteri dengan anak

atau cucu.

Yang mendapat 2/3

a.dua anak perempuan atau lebih

b.dua cucu perempuan atau lebih

c.dua saudara perempuan kandung atau lebih

d.dua saudara perempuan seayah atau lebih

.Yang mendapat 1/3

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Ibu jika tidak ada anak, cucu dari grs anak laki-laki, dua saudara kandung/seayah atau seibu.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Dua atau lebih anak ibu baik laki-laki atau perempuan

Yang mendapat 1/6

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Ibu bersama anak lk, cucu lk atau dua atau lebih saudara perempuan kandung atau perempuan seibu.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Nenek garis ibu jika tidak ada ibu dan terus keatas

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Nenek garis ayah jika tidak ada ibu dan ayah terus keatas

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Satu atau lebih cucu perempuan dari anak laki-laki bersama satu anak perempuan kandung

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Satu atau lebih saudara perempuan seayah bersama satu saudara perempuan kandung.

<!–[if !supportLists]–>f. <!–[endif]–>Ayah bersama anak lk atau cucu lk

<!–[if !supportLists]–>g. <!–[endif]–>Kakek jika tidak ada ayah

<!–[if !supportLists]–>h. <!–[endif]–>Saudara seibu satu orang, baik laki-laki atau perempuan.

2. Ahli waris ashobah yaitu para ahli waris tidak mendapat bagian tertentu tetapi mereka dapat menghabiskan bagian sisa ashhabul furud. Ashobah terbagi tiga jenis yaitu ashabah binafsihi, ashobah bighairi dan ashobah menghabiskan bagian tertentu

Ashobah binafsihi adalah yang ashobah dengan sndirinya. Tertib ashobah binafsihi sebagai berikut:

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Cucu laki-laki dari anak laki-laki terus kebawah

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Ayah

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Kakek dari garis ayah keatas

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Saudara laki-laki kandung

<!–[if !supportLists]–>f. <!–[endif]–>Saudara laki-laki seayah

<!–[if !supportLists]–>g. <!–[endif]–>Anak laki-laki saudara laki-laki kandung sampai kebawah

<!–[if !supportLists]–>h. <!–[endif]–>Anak laki-laki saudara laki-laki seayah sampai kebawah

<!–[if !supportLists]–>i. <!–[endif]–> Paman kandung

<!–[if !supportLists]–>j. <!–[endif]–>Paman seayah

<!–[if !supportLists]–>k. <!–[endif]–>Anak laki-laki paman kandung sampai kebawah

<!–[if !supportLists]–>l. <!–[endif]–>Anak laki-laki paman seayah sampai kebawah

<!–[if !supportLists]–>m. <!–[endif]–>Laki-laki yang memerdekakan yang meninggal

Ashobah dengan dengan saudaranya

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Anak perempuan bersama anak laki-laki atau cucu laki.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Cucu perempuan bersama cucu laki-laki

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Saudara perempkuan kandung bersama saudara laki-laki kandung atau saudara laki-laki seayah.

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Saudara perempuan seayah bersama saudara laki-laki seayah.

Menghabiskan bagian tertentu

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Anak perempuan kandung satu orang bersama cucu perempuan satu atau lebih (2/3).

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Saudara perempuan kandung bersama saudara perempuan seayah (2/3)

<!–[if !supportLists]–>C. <!–[endif]–>Harta yang harus dikeluarkan

Harta yang harus dikeluarkan sebelum dibagikan kepada ahli waris:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Biaya jenazah

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Utang yang belum dibayar

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Zakar yang belum dikeluarkan

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Wasiat

<!–[if !supportLists]–>D. <!–[endif]–>Hajib dan mahjub

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Nenek dari garis ibu gugur haknya karena adanya ibu.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Nenek dari garis ayah gugur haknya karena adanya ayah dan ibu

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Saudara seibu gugur haknya baik laki-laki ataupun perempuan oleh:

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>anak kandung laki/perempuan

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>cucu baik laki-laki/perempuan dari garis laki-laki

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>bapak

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>kakek

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Saudara seayah baik laki-laki/perempuan gugur haknya oleh :

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>ayah

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>anak laki-laki kandung

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>cucu laki-laki dari garis laki-laki

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Saudara laki-laki kandung

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Saudara laki-laki/perempuan kandung gugur haknya oleh:

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>cucu laki-laki dari garis anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>ayah

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Jika semua ahli waris itu laki-laki yang dapat bagian ialah.

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>suami

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>ayah

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Jika semua ahli waris itu semuanya perempuan dan ada semua, maka yang dapat warisan ialah:

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Isteri

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Anak perempuan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Cucu perempuan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Ibu

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Saudara perempuan kandung

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>Urutan pembagian antara saudara laki-laki kandung/ saudara laki-laki seayah sampai kebawah dan urutan paman kandung / paman seayah sampai kebawah.

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Saudara laki-laki kandung menggugurkan saudara seayah( L/P )

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Saudara laki-laki seayah menggugurkan anak lk saudara kandung

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Anak laki-laki saudara kandung menggugurkan anak lk saudara seayah

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Anak laki-laki saudara seayah menggugurkan cucu lk saudara kandung.

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Cucu laki-laki saudara kandung menggugurkan cucu lk saudara seayah dts

<!–[if !supportLists]–>f. <!–[endif]–>Cucu laki-laki saudara seayah menggugurkan Paman kandung

<!–[if !supportLists]–>g. <!–[endif]–>Paman kandung menggugurkan paman seayah

<!–[if !supportLists]–>h. <!–[endif]–>Paman seayah menggugurkan anak laki-laki paman kandung

<!–[if !supportLists]–>i. <!–[endif]–>Anak laki-laki paman kandung menggugurkan anak lk paman seayah

<!–[if !supportLists]–>j. <!–[endif]–>Anaklaki-laki paman seayah menggugurkan cucu lk paman kandung

<!–[if !supportLists]–>k. <!–[endif]–>Cucu laki-laki paman kandung menggugurkan cucu lk paman seayah.

demikian seterusnya.

<!–[if !supportLists]–>E. <!–[endif]–>Warisan dalam UU No 7 Tahun 1989

Hukum waris dalam Islam ialah berasal dari wahyu Allah dan diperjelas oleh rasulNya. Hukum waris ini diciptakan untuk dilaksanakan secara wajib oleh seluruh umat Islam. Semenjak hukum itu diciptakan tidak pernah mengalami perubahan, karena perbuatan mengubah hukum Allah ialah dosa. Semenjak dsahulu sampai sekarang umat Islam senantiasa memegang teguh hukum waris yang diciptakan Allah yang bersumber pada kitab suci Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah.

Dalam Undang undang no 7 Tahun 1989, hukum waris itu dicamtumkan secara sistematis dalam 5 bab yang tersebar atas 37 fasal dengan perincian sebagai berikut:

Bab. I terdiri atas 1 pasal , ketentuan umum.

Bab. II terdiri atas 5 pasal, berisi tentang ahli waris

Bab. III. Terdiri atas 16 pasal, berisi tentang besarnya bagian ahli waris

Bab. IV terdiri atas 2 pasal, berisi tentang aul dan rad.

Bab. V terdiri atas 13 pasal, berisi masalah wasiat

Demikianlah selayang pandang tentang Undang-Undang no 7 tahun 1989, Prinsipnya sama dengan hukum yang bersumber dengan Al-Qur’an dan Hadits.

F. Cara menghitung dan membagikan warisan.

1. soal

A.meninggal dunia harta waris Rp 66.000.000.00. Ahli waris terdiri dari kakek,bapak, dan 2anak laki-laki. Berapa bagian masing-masing?

Jawab.

Bapak dapat bagian 1/6 Rp 66.000.000.00 = Rp 11.000.000.00

2 anak laki-laki adalah asobah Rp 66.000.000.00- Rp 11.000.000.00= Rp 55.000.000.00

seorang anak laki-laki adalah Rp 55.000.000.00 = Rp 27.500.000.00

2

Kakek terhalang oleh ayah

LATIHAN

<!–[if !supportLists]–>A. <!–[endif]–>Berilah tanda silang( x) pada salah satu huruf a,b,c,d atau e di depan jawaban yang

paling tepat !

1. Ahli waris yang dapat bagian tertentu disebut….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>arham

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>furudul muqaddaroh

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>asabah

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>wala’

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>murtad

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Berikut ini orang-orang yang menerima warisan, kecuali….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>anak

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>cucu

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>saudara perempuan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>mertua

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>isteri

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Ilmu yang mempelajari tentang cara-cara membagi harta warisan terhadap ahli waris yang berhak menerima dalam agama Islam disebut….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Ilmu tahid

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Ilmu fikih

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Ilmu faraid

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Ilmu kalam

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Ilmu tafsir

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Undang-undang yang mengatur masalah pembagian waris di negara kita adalah…

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>UU No 7 Tahun 1989

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>UU No 10 Tahun 1975

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>UU No 17 Tahun 1989

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>UU No 5 Tahun 1989

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>UU No 9 Tahun 1989

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Seorang isteri ditinggal mati suaminya dan ia meninggalkan anak, maka besar bagiannya adalah…

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>seperdua

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>seperdelapan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>seperempat

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>sepertiga

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>seperenam

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Berikut ini adalah faktor yang menyebabkan seseorang memperoleh harta waris, kecuali

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>keluarga

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>perkawinan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>memerdekakan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>hakim agama

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>seagama

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Berikut ini ahli waris yang mendapat bagian setengah,kecuali…..

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>anak perempuan tunggal, tidak ada anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>saudara perempuan tunggal yang sebapak

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>saudara perempuan tunggal seibu sebapak

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>suami, bila isteri tidak meninggalkan anak/cucu

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>dua saudara perempuan atau lebih yang sebapak

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>Berikut ini merupakan hikmah mawaris, kecuali….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>ketaatan kepada Allah

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>yang tertua akan mendapat lebih banyak

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>hubungan kekeluargaan tetap harmonis

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>menegakkan keadilan

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>tidak menyengsarakan keluarga yang ditinggalkan

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–>Berikut ini adalah tugas pengadilan agama sesuai dengan UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 1, kecuali

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Menyelesaikan masalah wakaf

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Menyelesaikan masalah sedekah

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Mengatur masalah warisan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Mengatur hukum pidana

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Mengatur masalah wasiat

<!–[if !supportLists]–>10. <!–[endif]–>Tujuan pembagian harta warisan secara Islam ialah agar dapat dilakukan secara….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>adil

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>sukarela

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>berat sebelah

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>menyenangkan

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>sama rata

<!–[if !supportLists]–>11. <!–[endif]–>Yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh harta warisan adalah….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>perkawinan

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>kekeluargaan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>memrdekakan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>seagama

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>hamba

<!–[if !supportLists]–>12. <!–[endif]–>Menurut UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 3, pengadilan agama tidak berperan dalam hal ….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>menentukan para ahli waris

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>menentukan harta warisan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>menentukan Undang-undang

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>menentukan bagian masing-masing ahli waris

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>melaksanakan pembagian harta pusaka

<!–[if !supportLists]–>13. <!–[endif]–>Pak Dullah meninggal dunia dengan meninggalkan warisan dan dua anak perempuan tanpa anak laki-laki. Bagian anak perempuan itu adalah….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>½ bagian

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>¼ bagian

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>2/3 bagian

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>1/3 bagian

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>1/6 bagian

<!–[if !supportLists]–>14. <!–[endif]–>Berikut ini yang tidak mendapat warisan karena ada ahli waris dari pihak laki-laki dan perempuan yang lebih dekat adalah…..

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>anak laki-laki

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>anak perempuan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>ibu

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>saudara perempuan

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>suami/isteri

<!–[if !supportLists]–>15. <!–[endif]–>Berikut ini ahli waris yang mendapat seperenam, kecuali….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>bapak jika ada anak atau cucu

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>ibu bila ada anak atau cucu

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>nenek bila tidak ada ibu

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>seorang saudara seibu laki-laki atau perempuan

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>seorang anak laki-laki tunggal

<!–[if !supportLists]–>16. <!–[endif]–>Sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan dari nenek moyang laki-laki disebut….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>matrilineal

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>parental

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>gana-gini

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>perbandingan

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>patrilineal

<!–[if !supportLists]–>17. <!–[endif]–>Bapak dari bapak terhalang karena masih adanya….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>cucu laki-laki

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>nenek perempuan

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>saudara laki-laki

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>bapak

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>anak laki-laki saudara kandung

<!–[if !supportLists]–>18. <!–[endif]–>Ahli waris kehilangan haknya menerima warisan, karena ada ahli waris yang dekat dengan pewaris disebut….

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>hijab

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>mahjub

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>hijab nuqsan

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>hijab hirman

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>asabah binafsih

<!–[if !supportLists]–>19. <!–[endif]–>UU No 7 Tahun 1989 Bab III ayat 1 berisi tentang tugas dan wewenang…

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>KUA

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Pengadilan agama

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Penerangan agama

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Menteri negara

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>MUI

<!–[if !supportLists]–>20. <!–[endif]–>Ahli waris yang berhak memperoleh harta warisan menurut syara’ disebut…

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>asabah

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>ahli akli

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>asabah

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>aul

<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>zawil furud

<!–[if !supportLists]–>B. <!–[endif]–>Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Jelaskanlah yang dimaksud dengan ilmu faraid !

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Jika ahli waris semuanya laki-laki dan ada semuanya siapa sajakah yang dapat warisan?.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Sebutkan sebab-sebab seseorang memperoleh harta warisan dari seorang yang meninggal dunia!

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Sebutkanlah sebab-sebab seseorang ahli waris tidak mendapat warisan!

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Jelaskanlah yang dimaksud dengan asabah!

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Jika semua ahli waris baik laki-laki ataupun perempuan semuanya ada, siapa sajakah yang mendapatkan warisan!

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Apakah tugas dan wewenang pengadilan agama menurut UU No 7 Bab III pasal 49?

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>Untuk apa sajakah harta warisan dikeluarkan sebelum dibagikan kepada Ahli waris?

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–>Sebutkan ahli waris yang mendapat dua pertiga!

<!–[if !supportLists]–>10. <!–[endif]–>Jika harta warisan ada Rp 72.000.000,00, Ahli waris terdiri dari satu anak laki-laki, dan satu anak perempuan dan bapak, Tentukanlah bagian masing-masing!.

About these ads

62 Responses to “MAWARIS”

  1. Nina said

    Assalamuaalaikum….
    Boleh saya bertanya Pak Ustad…
    Jika Dalam keluarga tdk ada anak laki2, hanya 3 bersaudara perempuan semua, bagaimana perhitungannya dalam Islam…
    Trimakasih atas Infonya..

    Wassalam…

  2. jika ahli waris hanya anak perempuan tiga orang saja, maka menurut ayat mereka dapat 2/3 harta, jika tidak ada ahli waris yang lain maka kelebihannya diradd.
    contoh.
    harta umpanya Rp 90 000 000 2/3 dari 90 000 000 = Rp 60 000 000
    anak pertama dapat Rp 1/3 dari Rp 60.000.000 =Rp 20.000.000
    anak kedua 1/3 dari Rp 60 000 000= Rp 20 000 000
    demikian anak ketiga juga1/3 60 000 000 = Rp 20 000 000 sisanya yang Rp 30 000 000 dibagi tiga lagi antara mereka itulah yang disebut radd. Jika ada ahli waris yang lain diperhitungkan dengan ahli waris yang lain terima kasih!!!

  3. uun said

    assalamu’alaikum

    saya mau bertanya,
    Jika dalam sebuah keluarga terdiri dari 3 anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan serta 1 saudara perempuan sebapak bagaimana perhitungan hukum mawaris sesuai islam. semua harta warisan diatasnamakan ibu. baik bapak maupun ibu sudah meninggal dunia.
    terima kasih atas jawabannya.

  4. Jika ahli waris yang ada hanya 3 orang anak laki-laki, 2 orang anak perempuan dan seorang saudara perempuan seayah. Saudara perempuan seayah terhijab dengan adanya anak laki-laki jadi yang dapat warisan adalah. 3 orang anak laki-laki dan 2 orang perempuan.
    Menurut ayat al-Qur’an bagian laki-laki dua bagian dari anak perempuan(لذكر مثل حظ الانثيين (
    Cara membaginya :
    Anak laki-laki ada 3 bagian 3 x 2 bagian = 6 bagian
    Bagian anak perempuan 2 x 1 bagian = 2 bagian jumlah semuanya 8 bagian.

    Jika hartanya Rp 8.000.000.00

    Maka bagian seorang anak laki 2/8 x Rp 8.000.000.00 = Rp 2.000.000.00
    Jadi 3 anak laki berjumlah Rp 6.000.000

    Bagian seorang anak perempuan 1/8 x Rp 8.000.000.00 = Rp1.000.000.00
    Jadi 2 anak perempuan berjumlah Rp 2.000.000.00
    Jadi jumlah bagian anak laklaki dan perempuan =Rp 6.000.000.00 + Rp 2.000.000.00
    = Rp 8.000.000.00

  5. wahidin said

    Assalamuaalaikum….
    Boleh saya bertanya Pak Ustad…
    Jika Dalam keluarga ada 2 anak laki2, 3 anak perempuan, berapa masing2 bagiannya????
    Trimakasih atas Infonya..ana tunggu

    Wassalam…

  6. rokim said

    Assalamuaalaikum….
    Boleh saya bertanya Pak Ustad…
    1. seorang meninggal dunia meninggalkan ahli waris 2 anak laki2, 3 anak perempuan, berapa masing2 bagiannya????
    2.apa yang di maksud dengan hijab nuqsan dan hijab kirman ?
    3. Jika seorang meninggal dunia meninggalkan ahli waris 2 orang saudara perempuan sekandung dan ibu berapa masing2 bagiannya ????
    Trimakasih atas Infonya..ana tunggu

    Wassalam…

  7. Jawab Pertanyaan Mas Rokim
    Ahli Waris 2 anak laki-laki
    3 anak perempuan
    Kalau ahli warisnya hanya itu dan hartanya sebanya
    Rp 70 000 000 maka pembagiaannya SBB:
    Anak lk dan anak perempuan Ashobah
    Perbandinga anak lk dan perempuan = 2 : 1
    Jadi bagian 2 anak lk = 2X 2 = 4 bg
    3 anak Perempuan = 3X 1 = 3
    Satu Anak Perempuan = 1 /7 X Rp70.000.000 =Rp10.000.000
    satu Anak Laki = 2/7 X Rp 70.000.000= Rp 20.000.000

  8. Hijab Nuqson
    terhalang bagian sebagiannya
    Umpama ibu kalau tidak anak bagian 1/3 bagian
    kalau ada anak 1/6 bagian

    Hijab kirman
    menghalangi sama sekali umpamanya bila adaayah, kakek tidak dapat bagian

    Bila ahli waris Ibu dan 2 saudara perempuan kandung
    Ibu dapat 1/6 bagian
    2 saudara kandung 2/3 bagian
    sisanya di radd( ditambahkan) 1/6 + 2/3= 1/6 + 4/6= 5/6 setelah diradd jadinya = ibu 1/5 bagian satu sdr pr = 2/5 bagian
    Jawaban untuk mas Wahidin sudah terjawab.

  9. [...] pembagian harta warisan bisa dibaca di link Mawaris Pak Khotib [...]

  10. AKMAL said

    mohon tanya, bila ibu meninggal tidak dibagi waris tapi dihibahiharta, kemudian bapak kawin bagaimana pembagian yang benar

  11. erick said

    mequm..

    pak sya igin tanya, low istri nya kabur dri rumah gmna pembagian nya pak.
    makasih ya pak..

  12. mequm..

    pak sya igin tanya, low istri nya kabur dri rumah gmna pembagian nya pak.

    makasih ya pak..

  13. alfie said

    Assalamu’alaikum, pak ustad..

    Maaf mau tanya nih.pak ustad.

    Kalau yang meninggal itu tidak meninggalkan suami, tidak meninggalkan anak.. tidak meninggalkan ibu, dan tidak meninggalkan paman yang sekandung dengan ibu..hanya meninggalkan ayah, saudara kandung laki2 dan perempuan (7 orang) dan anak dari paman yang sekandung dengan ibu. Bagaimana pembagian hukum warisnya??

    Apakah warisan saudara sekandung terhalangi ayahnya(tidak mendapat bagian)? Apakah anak paman dari ibu yang sekandung mendapat warisan karena ibunya dan pamannya telah tiada?? Atau ia terhalang oleh saudara kandung almarhum??Bagaimanakah cara pembagiannya??? Demikian pertanyaannya,mudah2an pak ustadz bisa segera menjawab…

    Terima Kasih…Mudah2an Allah membalas kebaikan pak ustadz… Aamiin..
    wass. wr. wb.

  14. alfie said

    Assalamu’alaikum, pak ustad..

    Maaf mau tanya nih.pak ustad.

    Kalau yang meninggal itu tidak meninggalkan suami, tidak meninggalkan anak.. tidak meninggalkan ibu, dan tidak meninggalkan paman yang sekandung dengan ibu..hanya meninggalkan ayah, saudara kandung laki2 dan perempuan (7 orang) dan anak dari paman yang sekandung dengan ibu. Bagaimana pembagian hukum warisnya??

    Apakah warisan saudara sekandung terhalangi ayahnya(tidak mendapat bagian)? Apakah anak paman dari ibu yang sekandung mendapat warisan karena ibunya dan pamannya telah tiada?? Atau ia terhalang oleh saudara kandung almarhum??Bagaimanakah cara pembagiannya??? Demikian pertanyaannya,mudah2an pak ustadz bisa segera menjawab… Terima Kasih…Mudah2an Allah membalas kebaikan pak ustadz… Aamiin..
    wass. wr. wb.

  15. Mas alfi
    Penjelsan pertama untuk menetapkan waris patokan adalah orang yang meninggal artinya kalau ayah=ayah dari orang yang ibu adalah dari yang meninggal, paman juga demkian seterusnya.
    kalau ahli waris hanya ayah, satu saudara kandung laki-laki dan saudara perempuan kandung ada (7orang)anak dari paman,

    Ahli waris yang dapat ialah ayah,
    sedangkan saudara kandung laki-laki saudara kandung perempuan terhalangi dengan adanya ayah, demikian juga anak paman.
    Cara membaginya seluruh harta untuk ayah, karena yang dapat warisan sendirian, terimakasih. Allah yang lebih mengetahui yang lebih benar

  16. Dian said

    Assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya. Masalah yg saya hdpi adalah,ayah saya meninggal 5th yg lalu. Tp beliau tdk mewariskan rmh dan pekarangan nya utk ank2nya. Beliau blg klo rmh ini utk keprabon(alias t4 utk kumpul keluarga)jd ank2nya gak blh meng hakmilik. Pdhal ayah saya wafat dgn meninggalkan 1 istri dan 4 ank perempuan. Trus krn menjaga amanat ayah,ibu saya bermaksud utk mengalihkan akte tanah atas nama ke 4 anknya yg tdnya kan atas namanya ayah saya. Apakah hal itu bs dilaksanakan?

  17. Dian, Hak waris ada setelah seseorang meninggal, yang berhak terhadap harta setelah seseorang meninggal adalah ahli waris, adapun wasiat orang tua hanya berlaku maksimal sepertiga dari harta peninggalan, dan wasiat tidak berlaku untuk ahli waris, wasiat hanya berlaku untuk orang lain. seandainya rumah itu diwasiatkan untuk keprabon(kumpul keluarga) boleh saja tetapi hak milik tetap pada ahli waris. seandainya ahli waris yang ada: isteri, 4 anak perempuan. pembagian sebagai berikut: Isteri dapat 1/8 bagian karena ada anak, sedangkan sisanya dibagi rata antara 4 anak perempuan. terima kasih Allah yang lebih mengetahui semuanya!!!.

  18. dian said

    Assalamualaikum pak ustad, terima kasih atas jawaban yang sudah bapak berikan pada saya. masih ada 1 pertanyaan lagi yang mengganjal di hati ini pak, bagaimana cara membaginya kalau harta yang ditinggalkan ayah saya hanya tanah seluas 600m2 yang diatasnya dibangun rumah uk.krg lbh 45? terima kasih atas jawaban nya.

  19. dita said

    Assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya. pembagian harta waris apakah harus dibagikan secara nyata atau bisa hanya dengan pernyataan tertulis? maksud dari pertanyaan saya apabila suami wafat, dia meninggalkan 1istri dan 4anak perempuan. dan dia memiliki harta berupa tanah + rumah, bagaimana membaginya? apakah masing2 dari ahli waris itu dapat bagian berupa uang ( karena rumah sudah dijual ke salah satu ahli waris ) atau bagian nya hanya dicantumkan kedalam surat bermaterai? wassalam.

  20. asslmkm, maaf…saya pengunjung blog anda…saya ingin bertanya mengenai orang yang bersikap serakah dan monopli terhadap harta waris itu sendiri? dan minta Qur’an dan hadist’y

    selly…SMAN 26…makasih..

  21. asslmkm, maaf..pak saya ingin bertanya mengenai sikap sebagian ahli waris yang serakah dan memonopoli harta waris? Serta ingin meminta dalil naqlinya,
    selly…SMAN 26…terimakasih pak..

  22. cholis said

    Pak Ustadz saya mau tanya:apa sih yang di maksud dengan rumpun mawaris?tolong di jelaskan,trimakasih

  23. velisa said

    assalamualaikum, pak ustad..
    saya ingin bertanya mengapa wasiat hanya boleh diberikan maksimal 1/3 dari harta ? apakah hikmahnya bahwa tidak ada wasiat bagi ahli waris ?

  24. mengapa wasiat bolehnya 1/3 harta? supaya tidak memberikan peluang bagi yang memberikan wasiat untuk semua harta, kalau itu terjadi maka ahli waris tidak akan mendapat apa-apa dari warisannya.
    Apa hikmahnya ahli waris tidak boleh mendapat wasiat, karena tanpa wasiat, mereka mendapat warisan dari harta tersebut. Seandainya mereka memdapatkan wasiat maka hukum faraidh tidak dapat diterapkan, karena warisan itu adalah untuk ahli waris.

  25. kholishoh said

    salam, ustadz pembagian harta waris itu bagaimana dan kapan jika harta yang dimiliki mayyit(suami) adalah hasil kerja bareng dengan istrinya syukran

  26. Bak Kholishoh
    kalau kerja bareng sebagusnya, harta di gono gini dulu, setelah itu harta suami baru bagi menurut faraidh(hukum waris) wallohu a’lamu bis Showab!!!

  27. efan said

    Pak Ustad yabg terhormat,
    Apakah ada soal-soal mawaris yang seperti kasus nyata dimana ada silsilah keluarga, dan kita harus menentukan mana yang berhak atas harta waris?

  28. untuk ahli, siapa yang berhak siapa yang tidak,lihat tentang ahli waris siapa saja.
    siapa yang terhalang siapa yang tidak,
    berapa bagiannya masing-masing.
    baca dari seluruh artikelnya, kalau ada yang kurang jelas mari kita kerjakan bersama!!!

  29. Endrio said

    Assalamu’alaikum wr.wb,

    Ustad yang saya hormati, saya mohon penjelasan dari ustad mengengai masalah kami sebagai berikut:
    1. Kakak kami (laki-laki) meninggal dunia. Sedangkan saat ini yang masih hidup adalah 2 saudara kandung laki-laki, 3 orang saudara kandung perempuan dan seorang saudara perempuan seayah. kedua orang tua sudah tidak ada, Ada seorang bibi dari garis ibu, dan tidak ada paman/bibi dari garis ayah. Siapakah yang berhak menerima waris?
    2. Yang dimaksud harta warisan seperti apa? apakah televisi, motor, komputer, pakaian, handphone, sepatu, dll. termasuk harta waris? Kalau iya bagaimana cara membagikannya?
    3. Kakak mempunyai asuransi jiwa yang otomatis bisa di klaim ke perusahaan asuransi. Apakah uang klaim tersebut termasuk harta warisan dan dibagikan dengan hukum waris juga? atau dibagikan hanya kepada nama-nama yang tercantum di daftar penerima waris di polis asuransi tersebut.

    atas jawaban dan tanggapan ustad kami ucapkan terima kasih, Semoga Allah membalas apa yang telah ustad usahakan,

    Wassalam
    END

    • 1. yang dimaksud dengan harta warisan adalah yang yang ditinggalkan oleh yg mewariskan yaitu yang meninggal dunia, dari harta yang bernilai termasuk tanah, harta lainnya yang bernilai.
      2. Ahli waris
      a. 2 sdr kanduang laki-laki
      b. 3 sdr kandung perempuan
      c. seorang saudara perempuan seayah
      d. Ada seorang bibi dari garis ibu
      3. Yang menerima waris dalam hal ini.
      a. 2sdr kandung lk
      b. 3sdr kandung perempuan
      4. Yang tidak dapat warisan
      a. Sdr pr seayah terhalang oleh sdr kandung
      b. Bibi dari grs ibu bukan ahli waris harta
      5. Cara membaginya
      Lk 2x bagian perempuan
      Jadi dalam kasus ini, 2lk dpt 4 bagian, 3 sdr pr dapat tiga bagian
      Masing-masing sdr lk dapat 2/7
      Masing-masing sdr pr dapat 1/7
      Jumlah= 2x( 2/7) + 3x (1/7) =7/7
      Yang perlu diperhatikan sebelum dibagikan
      1. Apabila ada utang si mayat harus bayar
      2. Apabila zakat belum dikeluarkan harus dikeluarkan
      3. Biaya jenazah selesaikan
      4. Wasiat simayat juga harus tunaikan
      5. Apabila sewaktu membagi ada keluarga yang tdk dapat bagian sisihkan sedikit untuk menghiburnya.
      Andaikata nilai harta Rp 70.000.000
      Masing-masing sdr lk mendapat 2/7X Rp 70.000.000 =Rp 20.000.000
      Masing-masing sdr pr mendapat 1/7X Rp 70.000.000 =Rp 10.000.000

      Bila tanah tanah dibagi 7
      Masing-masing sdr lk mendapat 2/7
      Masing-masing sdr pr mendapat 1/7
      Allah yang mengetahui yang paling benar!!!

  30. sofia said

    Assalamualaikum w.w.

  31. zulwani usman said

    Assalamu’alaik wr wb
    Saya punya pengalaman khusus tentang Mawaris ketika saya mengangkat Tugas Akhir kuliah saya dengan bahan Program Aplikasi (Software) Pembagian dan Pencarian Harta Warisan dengan konsep Fiqh Mawaris dan apa yang saya pelajari tentang Fiqh Mawaris merupakan Pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sampai saat ini saya masih menggunakan program tersebut untuk membantu sesama.

  32. rasi dian said

    kog g dikasih jawabannya

    aiiih .makjang
    males x nyarinya

    thnx

  33. ardi kardina said

    oy

  34. debri said

    assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu
    pak bustamam, saya boleh nggak minta artikel bapak untuk referensi tugas agama saya?

  35. anakmansa said

    ASSALAMUALAIKUM;
    apa saja kewajiban sebelum pembagian warisan?? plz jawab yA….

    • sebelum harta dibagikan kepada ahli waris wajib dikeluarkan terlebih dahulu
      1. membayar utang si mayat(kalau ada)
      2. membayar zakat si mayat (kalau ada yang belum dibayar)
      3. membayar wasiat kalau mayat ada membuat wasiat sewaktu hidupnya.
      4. membayar biaya jenazah

  36. Sumardi said

    Assallamu’allaikum Wr.Wb.

    Pak Bustaman, kami ingin menanyakan bagaimana cara membagian waris dalam kasus keluarga saya, dengan keadaan sebagai berikut:
    1. Kami terdiri dari 4 anak kandung dari Bp. Hardjosumarto, Kakak saya telah meninggal dunia tanggal 6 Maret 2010, dengan meninggalkan isteri tanpa anak
    2 Harta yang ditinggalkan berupa tanah 2 bidang.

    Wassallamu’allaikum Wr.Wb

  37. Ass.wr.wb. saya mau nanya istri saya anak tunggal berapa warisan yang didapat istri saya,kebetulan ayahnya cerai sudah lama dan meninggal dalam keadaan cerai, bagaimana cara pembagian warisnya?

  38. Ass.wr.wb.Jika anak tunggal mendapat kan 1/2 haknya sedang sisanya bagaimana? karena ayah dari anak tersebut mempunyai 5 saudara kandung 2 laki/3 perempuan dan 4 saudara satu ayah. Terdiri dari 3 perempuan 1 laki. tolong di jelaskan simulasi pembagiannya jika harta tersebut sebesar Rp 30.juta?

    • tolong jelaskan dulu, ahli waris dan posisinya terhadap yang meninggal! kalau bicara anak perempuan anak dari yang meninggal kalau saudara dari yang meninggal, dan waris lk dan pr yang ada supaya dapat dihitung? terima kasih!!!

  39. dayat said

    Assalamu’alaikum Ustads…

    saya mau tanya pembagian harta waris, jika almarhum meninggalkan 1 orang istri dan 1 orang anak laki2.
    menurut pengertian saya maka istri dapat 1/6 bagian dan anaknya karna sendiri mendapatkan semuanya.
    apakah hal ini benar? mohon petunjuknya.. terima kasih banyak

    Wassalam

  40. day@rh said

    terima kasih atas jawabannya ustadz.

  41. asril said

    assalamu’laikum wr.wb
    saya mau tanya ustadz
    bagaimana pembagian harta waris bila, suami meninggalkan 1 isteri (pernikahan kedua setelah isteri 1 diceraikan) dan 2 anak lk2 dari isteri pertama (karena dari pernikahan kedua tidak punya anak. Trima kasih..dan mohon jawabannya ustadz….

    • Jawaban!
      yang jadi ahli waris
      2 anak lk yang dari isteri pertama
      1 isteri yang belum dicerai waktu meninggal
      Isteri dapat 1/8 karena ada anak
      sisanya dibagi rata antara dua anak laki(sbg ashobah)
      catatan (isteri yang sudah dicerai bukan lagi ahli waris)
      jika tidak ada ahli waris yang lain

  42. irma skul said

    assalamu’alaikum…..
    pak ustat,ne irma yg maci skul mawaris sendiri itu apa terus dalilnya itu apa?????
    irma pengen tau so’alnya ada tugas penjelasan tentang itu.
    terus apa yang diwariskan itu hanya beru harta ajh?????
    hehehemaaf banyak tanya..

  43. LIa 3 Sma said

    assalamualaikum pak ustad disini saya ingin bertanya tentang perbedaan antara hijab nuqshan dan hijab hirman?..
    terima kasih ya ustad.
    Wassalamualikum

    • Dek Lia
      Perbedaan hijab nuqsan dan hijab hirman
      HIJAB NUQSAN maksudnya pengurang karena ada ahli waris yang membatasinya, contoh seorang isteri mendapatkan 1/4 bila tidak ada anak, bila ada anak dari suaminya yang meninggal maka isteri dapat 1/8
      HIJAB HIRMAN terhalang secara keseluruhan, contoh cucu laki-laki terhalang oleh anak laki-laki secara keseluruhan artinya cucu tak dapat bagian, Wallahu a’lamu bissowab.

  44. umay.death said

    Assalammualaikum Wr Wb

    Pak Ustadz, kalo hikmah dari mawaris itu sendiri apa yah??
    terima kasih.

  45. TS said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    @Umay.death

    hikmah dari mawaris adalah:

    dengan ilmu “Integral hukum waris” (Al Jabar) -cari di google,

    dapat membuktikan kebenaran hukum waris dalam Islam, sekaligus mematahkan anggapan bahwa hukum waris dalam Al-Qur’an itu salah.

    Salam.

  46. Denni said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak ustadz, saya mau tanya kalau Kakek meninggal dan mempunyai 4 anak laki-laki dan sudah meninggal juga semuanya yang ada hanya cucu laki-laki, cucu perempuan dan istri dari kakek juga sudah meninggal istri dari anak tinggal 3 orang.
    pertanyaannya bagaimana cara pembagian warisannya ? terima kasih

    Wassalam

  47. syukron katsiir

  48. anisha said

    Assalamuala’ikum Wr, Wb

    Pak Ustadz, saya mau tanya,, isteri meninggalkan suami, meninggalkan 3 orang anak perempuan, 1 anak laki-laki (dari pernikahan sebelumnya) serta ibu kandung. Bagai mana cara pembagian hak warisnya sebelumnya isteri membawa baranng bawaan (harta). terimakasih

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  49. ariin said

    ass…
    p.ustad saya ingin bertanya :
    bagaimana pembagian harta waris, jika ada seseorang yang meninggal dunia meninggalkan ahli waris suami,ibu,bapak, anak laki-laki, 2 anak perempuan, kakek, nenek, paman .dengan harta pusaka 60.000.000.siapa saja yang mendapat bagian dan berapa masing-masing bagian ahli waris tsb ?

  50. Ono said

    Assalamu’alaikum..
    saya mw tanya..
    misalny yg meninggal suami,,meninggalkan 1 istri, 2 anak laki dan 2 anak (1 laki2 dan 1 perempuan) dr istri sbelumnya.. bagaimana pembagian harta warisannya???
    terimakasih…

  51. [...] 1 : Kemukjizatan Fakta Sejarah June 22, 2010 noreply@blogger.com (Erik S.R) « MAWARIS Sejumlah Orang Tua Murid SMKNegeri 3 Jakarta [...]

  52. Its like you read my thoughts! You appear to understand a lot approximately this, like
    you wrote the e-book in it or something. I think that you can do with a few
    percent to drive the message house a little bit, however other than
    that, that is fantastic blog. A fantastic
    read. I will definitely be back.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 70 other followers

%d bloggers like this: